Walikota Surabaya Minta Dukungan Warga Parkir Nom Tunai

Surabaya-Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menunjukkan sikap tanpa kompromi (zero tolerance) terkait transisi sistem perparkiran di Kota Pahlawan.

Beliau menegaskan tidak akan mundur selangkah pun dalam menerapkan Parkir Nontunai yang ditargetkan berlaku penuh pada akhir Februari mendatang.

Pesan ini menjadi sinyal keras bagi siapa saja, termasuk oknum jukir yang mencoba menghambat digitalisasi ini.

Eri memastikan kebijakan ini bukan wacana semata.

– Penerapan penuh (100%) parkir nontunai alias cashless akan dieksekusi pada akhir Februari.

– Eri meminta seluruh warga Surabaya untuk mendukung langkah ini demi transparansi pendapatan daerah dan mencegah kebocoran retribusi yang selama ini menguap entah ke mana.

Menanggapi aspirasi dan resistensi dari Paguyuban Jukir Surabaya (PJS), Eri justru merespons dengan tangan besi.

– Tindakan Pidana Ringan (Tipiring) akan tetap diberlakukan bagi jukir yang tidak mau tertib atau masih nekat menarik uang tunai secara liar.

– Ini adalah poin paling krusial, Eri mengancam jika ada jukir yang menolak aturan nontunai atau enggan menyetorkan retribusi resmi, maka Pemkot tidak segan untuk memutus kemitraan.

– Posisi jukir yang membangkang akan langsung digantikan oleh personel baru yang siap bekerja sesuai SOP digital.

Sikap “gas pol” Eri Cahyadi ini membuktikan bahwa Pemkot Surabaya sudah gerah dengan praktik parkir konvensional yang rawan pungli.

Pilihannya bagi para jukir kini hanya dua, yakni beradaptasi dengan QRIS/Voucher atau Pensiun Dini digantikan orang lain.

MM