بسم الله *Kamu Itu Faqir*

 

Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)

Apabila keinginan manusia dituruti atau diikuti terus maka tidak akan bisa berhenti sampai mati. Sebesar atau sebanyak apapun kepemilikan yang bisa didapatkan manusia seperti kita ini, maka tidak akan keluar dari kategori faqir di hadapan Allah SWT. Manusia tidak akan bisa lepas dari keperluan bantuan dari yang lain terlebih dari Tuhan Allah SWT. Tanpa oksigen yang disediakan oleh alam ciptaan Allah SWT, maka manusia tidak lagi disebut nama panggilannya kecuali sebutan janazah atau mayat.

QS Al-Fatir: 15 jelas memberikan penegasan, yakni:

أَنْتُمْ فُقَرَاءُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلْغَنِيُّ ٱلْحَمِيدُ

Artinya:
“Kamu semua membutuhkan (rahmat) Allah. Dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Tafsir ayat ini menekankan bahwa manusia sangat bergantung pada Allah SWT, sedangkan Allah SWT tidak membutuhkan apa pun dari manusia. Manusia membutuhkan rahmat, pertolongan, dan kasih sayang Allah SWT untuk hidup dan bertahan. Sementara Allah SWT adalah Yang Maha Kaya, tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya, dan Maha Terpuji atas segala sifat dan perbuatan-Nya (Modified AI, 2026).

Manusia ini secara personal fisik terlalu kecil apabila dibandingkan dengan besarnys bumi kita. Apalagi bila dibandingkan dengan alam semesta, manusia seperti tidak ada apa-apanya. Dengan demikian sesungguhnya apabila kita mengerti tentang ilmu ini, maka sungguh kita tidak ada bakat untuk sombong di hadapan makhluq atau manusia yang lain apalagi terhadap Tuhan.

Sungguh ini pelajaran besar bagi kita untuk selalu tawadldlu’ berendah hati, selalu melihat ke bawah, dan selalu bersyukur. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.

Surabaya,
21 Sya’ban 1447
atau
08 Februari 2026
m.mustain