بسم الله *Mengajak di Jalan Allah SWT*

 

Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)

Ketika membuat valuasi atau penilaian terhadap kuwalitas perkataan, maka standart tertinggi adalah kuwalitas perkataan yang mengajak di jalan Allah SWT. Perkataan bisa dikemas dalam bentuk tulisan kemudian disajikan dalam bentuk publikasi elektronik seperti online atau cetak seperti buku, jurnal, majalah dan lainnya. Perkataan bisa juga dikemas dalam bentuk ucapan seperti ngaji, ceramah, pidato dan lainnya. Apapun bentuk kemasannya tetap saja nilai tertinggi adalah yang memiliki arti ajakan di jalan Allah SWT.

QS Az-Zumar: 33 memberikan standart tersebut, yakni berbunyi:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Artinya: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”?” (QS Az-Zumar: 33)

Ayat ini menceritakan tentang keutamaan orang yang menyeru kepada Allah, beramal shaleh, dan berserah diri kepada-Nya.

QS Az-Zumar: 34 melanjutkan imbalan dari ajakan tersebut, yakni berbunyi:

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Bagi mereka apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik.”

Ayat ini menceritakan tentang balasan bagi orang-orang yang berbuat baik, yaitu mereka akan mendapatkan apa yang mereka kehendaki di surga.

Kembali pada perkataan dalam kemasan suara contoh: simposium, seminar, ceramah dan sebagainya. Nilai tertinggi bukan pada besar kecilnya kegiatan atau banyak sedikitnya pendengar, tetapi nenurut pandangan Allah SWT adalah tema, topik atau judulnya. Materi apapun topiknya tidak bisa melebihi materi yang mengajak di jalan Allah SWT. Alhasil khutbah jum’at yang sudah sesuai dengan rukunnya akan menjadi perkataan yang tertinggi nilainya. Kemudian pengajian-pengajian lebih-lebih yang langsung mengajarkan Al-Qur’an, sungguh ini sangat tinggi nilainya.

Poin besar artikel ini adalah mari kita luruskan persepsi kita terhadap bentuk penyampaian materi baik bentuk media cetak maupun ekektronik bahwa, konten ajakan ke jalan Allah SWT adalah yang terbaik. Terutama dalam bentuk ceramah, mungkin selama ini bila ada caramah yang bertopik ilmiah ilmu-ilmu yang tidak mengajak di jalan Allah SWT. Jangan terlalu terkesima dengan ajakan-ajakan yang mungkin begitu menarik, kita tetap utamakan pada ajakan di jalan Allah SWT. Semoga kita bisa memilih yang benar itu benar, dan menentukan yang salah itu salah serta bisa menjauhi aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.

Surabaya,
20 Sya’ban 1447
atau
07 Februari 2026
m.mustain