بسم الله *Perdamaian Global: Amanah Kemanusiaan dan Tanggung Jawab Moral*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Dunia hari ini tidak kekurangan kecerdasan, teknologi, dan kekuatan. Namun dunia justru kekurangan keadilan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk berdamai. Konflik global terus bermunculan—antarnegara, antar kelompok, bahkan atas nama identitas dan ideologi—meninggalkan penderitaan panjang bagi manusia yang tidak pernah memilih untuk berperang (Modified AI, 2926).

QS. Ali Imran: 103 sudah memperingatkan perihal tersebut, yakni:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Tafsir: Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh pada agama Allah dan tidak bercerai-berai. Allah mengingatkan nikmat-Nya yang telah mempersatukan hati umat Islam dan menyelamatkan mereka dari kesesatan.

Islam memandang konflik bukan sekadar peristiwa politik, tetapi krisis moral dan kemanusiaan. Al-Qur’an menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi lahir dari ulah manusia sendiri, ketika keadilan dikorbankan oleh keserakahan dan kekuasaan. Karena itu, Islam tidak pernah menjadikan perang sebagai tujuan, melainkan jalan terakhir ketika kemanusiaan benar-benar terancam.

Dalam pandangan Islam, kehidupan manusia adalah nilai tertinggi. Satu nyawa tidak bisa ditukar dengan ambisi geopolitik, kepentingan ekonomi, atau kebanggaan ideologis. Ketika darah manusia ditumpahkan tanpa hak, sesungguhnya yang hancur bukan hanya satu bangsa, tetapi nurani seluruh umat manusia (Modified AI, 2026).

QS. Al-Maidah: 32 memberikan penjelasan tentang hal tersebut, yakni:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Artinya: “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.”

Tafsir ayat ini menjelaskan bahwa membunuh satu orang tanpa alasan yang sah sama dengan membunuh semua orang, karena setiap jiwa manusia memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT (Modified AI, 2026).

Betapa kemanusiaan memiliki nilai yang sangat tinggi sampai tidak terukur. Hal ini sungguh menjadi tanggung jawab moral kita bersama sebagai manusia yang harus menjaga jangan sampai ada nyawa yang melayang. Dengan demikian mari kita jaga amanah kemanusiaan dan tanggung jawab moral ini untuk membangun perdamaian dunia sekecil apapun peran kita. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
08 Sya’ban 1447
atau
27 Januari 2026
m.mustain