
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Dunia saat ini menghadapi berbagai konflik yang bersumber dari perbedaan identitas, kepentingan politik, ekonomi, budaya, dan keyakinan. Di tengah kompleksitas tersebut, kebutuhan akan sebuah platform atau dasar perdamaian global yang relevan, inklusif, dan dapat diterima oleh seluruh manusia baik yang beragama maupun tidak beragama (Modified AI, 2026).
Dasar (Platform) ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang dialog, tetapi juga sebagai sarana kolaborasi untuk membangun pemahaman bersama pada keadilan dan solidaritas lintas batas.
Landasan Universal Perdamaian
agar dapat diterima secara luas, platform perdamaian global perlu bertumpu pada nilai-nilai universal yang melampaui sekat agama dan ideologi. Nilai-nilai tersebut antara lain:
1. Martabat manusia: setiap manusia memiliki nilai yang sama dan layak dihormati.
2. Keadilan dan kesetaraan: tidak ada kelompok yang lebih unggul dari yang lain.
3. Empati dan solidaritas: kemampuan memahami penderitaan orang lain dan bertindak untuk kebaikan bersama.
4. Tanggung jawab bersama: kesadaran bahwa perdamaian adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya negara atau institusi tertentu.
Nilai-nilai ini sesungguhnya sejalan dengan ajaran agama maupun prinsip humanisme sekuler. Sehingga hal ini dapat menjadi titik temu bersama.
Platform perdamaian global dapat dirancang sebagai ruang multidimensi, baik digital maupun fisik, yang memungkinkan interaksi lintas budaya dan keyakinan. Beberapa elemen pentingnya meliputi:
1. Ruang Dialog Inklusif, yakni menyediakan forum dialog yang aman dan setara, di mana individu dari berbagai latar belakang dapat berbagi pengalaman, pandangan, dan aspirasi tanpa rasa takut dihakimi atau didiskriminasi.
2. Pusat Edukasi Perdamaian. Platform ini dapat memuat konten edukatif tentang resolusi konflik, literasi media, sejarah perdamaian, serta nilai-nilai toleransi dan keadilan sosial.
3. Edukasi menjadi kunci untuk mencegah radikalisme dan prasangka.
Kolaborasi Aksi Nyata
Perdamaian tidak cukup berhenti pada wacana. Platform ini perlu mendorong proyek kolaboratif lintas negara, seperti bantuan kemanusiaan, program lingkungan, dan inisiatif sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. Pendekatan Berbasis Teknologi, yakni pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, media sosial, dan data terbuka dapat membantu memetakan konflik, mendeteksi ujaran kebencian, serta memperluas jangkauan pesan perdamaian ke berbagai belahan dunia.
Tantangan dan Strategi, membangun platform perdamaian global tentu menghadapi tantangan, seperti ketidakpercayaan antar kelompok, kepentingan politik, serta kesenjangan akses teknologi. Oleh karena itu, strategi yang dapat diterapkan antara lain:
1. Menjaga netralitas dan independensi platform.
2. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan: tokoh agama, akademisi, aktivis, komunitas lokal, dan generasi muda.
3. Mengedepankan pendekatan partisipatif, bukan top-down, agar masyarakat merasa memiliki platform tersebut.
Point penutup adalah bahwa eksplorasi ide untuk membangun platform perdamaian global menuntut keberanian untuk keluar dari sekat-sekat lama dan fokus pada kemanusiaan sebagai titik temu. Dengan landasan nilai universal, dialog inklusif, edukasi, serta aksi nyata, platform ini berpotensi menjadi jembatan bagi manusia beragama maupun tidak beragama untuk bersama-sama merawat perdamaian dunia. Pada akhirnya, perdamaian bukan sekadar tujuan, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan komitmen bersama seluruh umat manusia. Semoga bisa demikian aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
06 Sya’ban 1447
atau
25 Januari 2026
m.mustain
