
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Perdamaian global merupakan isu penting dalam kehidupan dunia modern yang ditandai oleh konflik antar negara, kekerasan berbasis identitas, dan krisis kemanusiaan. Islam sebagai agama universal menawarkan konsep perdamaian yang komprehensif, tidak hanya dalam tataran politik, tetapi juga moral dan spiritual. Inti dari konsep perdamaian dalam Islam terletak pada akhlak mulia (Modified AI, 2026).
Hal tersebut ditegaskan dalam misi kerasulan Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW dengan HR Ahmad bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Hadits ini menjadi dasar utama dalam memahami etika perdamaian global dalam Islam. Intinya adalah Konsep Akhlak digunakan sebagai Fondasi Perdamaian. Akhlak dalam Islam tidak terbatas pada hubungan individu dengan Tuhan, tetapi juga mencakup hubungan antar manusia dan alam semesta. Akhlak mulia seperti keadilan, kasih sayang, kejujuran, dan toleransi merupakan pilar utama terciptanya kehidupan yang damai.
Islam memandang bahwa konflik sering kali muncul akibat rusaknya akhlak manusia, seperti keserakahan, kebencian, dan ketidakadilan. Oleh karena itu, perbaikan akhlak menjadi langkah fundamental dalam membangun perdamaian global yang berkelanjutan.
Al-Qur’an memberikan panduan jelas mengenai etika hidup berdampingan secara damai. QS. Al-Hujurat: 13, Allah SWT berfirman bahwa manusia diciptakan berbeda-beda agar saling mengenal, bukan saling meniadakan. Ayat ini menegaskan prinsip pluralitas dan persaudaraan manusia.
Ada ayat lain yang memperkuat, yakni QS. Al-Maidah: 8:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Arti (terjemahan Indonesia – Kemenag)
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Ringkas (bahasa awam),
ayat ini menekankan keadilan yang murni karena Allah, bukan karena suka atau benci. Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk berlaku adil, bahkan kepada pihak yang dibenci. Keadilan dipandang sebagai syarat utama terwujudnya perdamaian, karena ketidakadilan adalah akar dari konflik dan kekerasan.
Islam juga mendorong penyelesaian konflik secara damai, sebagaimana firman Allah dalam QS. Fussilat: 34, yang memerintahkan membalas kejahatan dengan cara yang lebih baik. Prinsip ini menunjukkan pendekatan non-kekerasan dalam merespons konflik global.
Hadits Nabi SAW tentang Etika Perdamaian selain hadits tentang akhlak, Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan dan kehormatan manusia. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa seorang Muslim sejati adalah yang tidak menyakiti orang lain dengan lisan dan perbuatannya.
Bahkan, Islam memberikan perlindungan yang kuat terhadap non-Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang menyakiti non-Muslim yang terikat perjanjian, maka ia terancam hukuman berat di akhirat (HR. Muslim).
Hal ini menunjukkan bahwa perdamaian dalam Islam bersifat inklusif dan universal. Relevansi Etika Perdamaian Islam dalam Konteks Global dan modern ini, adalah sesuai dengan nilai-nilai universal. Hal ini seperti; hak asasi manusia, dialog antar agama, dan resolusi konflik secara damai.
Prinsip akhlak mulia dapat menjadi solusi atas berbagai krisis kemanusiaan, ekstremisme, dan konflik identitas. Islam tidak memandang perdamaian sekadar sebagai ketiadaan perang, melainkan sebagai kondisi di mana keadilan ditegakkan, hak manusia dihormati, dan martabat kemanusiaan dijaga.
Point penting artikel ini adalah:
1. Ajaran Islam dapat berkontribusi secara nyata dalam menciptakan perdamaian global yang berkelanjutan.
2. Etika perdamaian global dalam Islam berakar kuat pada misi kerasulan Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak mulia.
3. Al-Qur’an dan hadis menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud melalui keadilan, kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama manusia.
4. Nilai-nilai ini menjadikan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin yang relevan dalam menjawab tantangan perdamaian dunia.
Alangkah indahnya hidup berdampingan yang damai sejahtera tanpa kekerasan. Semoga bisa demikian aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
05 Sya’ban 1447
atau
24 Januari 2026
m.mustain
