بسم الله *Islam Emban Amanah Perdamaian Global*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Sangat masuk akal sehat apabila semua penghuni muka bumi ini mendambakan hidup berdampingan yang damai rukun sejahtera. Apalagi berupa manusia yang beragama, maka hampir selalu punya ajaran hidup damai yang bermuara pada kepatuhan terhadap Tuhannya. Bahkan manusia yang belum/tidak beragama pun (keyakinan penulis) juga bercita-cita hidup damai yang berdasarkan pada keyakinan yang dimiliki.

Konsep agama Islam sangat jelas bahwa hidup berdampingan yang damai adalah amanah atau perintah Allah SWT. Hal ini karena Islam adalah agama rahmat dan perdamaian, bukan hanya untuk satu golongan, tetapi untuk seluruh alam semesta. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anbiya: 107) :

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

Ayat ini menegaskan bahwa misi Islam bersifat global, mencakup penjagaan jiwa manusia, keadilan, dan perdamaian dunia. Di tengah dunia yang dilanda konflik, peperangan, dan krisis kemanusiaan, Islam mengajarkan bahwa kekerasan bukan solusi utama. Allah SWT berfirman dalam (QS. Al-Anfal: 61), yakni:
وَإِن جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا
“Jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kamu kepadanya.”

Mari kita semua yang membaca artikel ini ikut berusaha mewujudkan dunia yang damai walau berupa satu titik kecil. Kepada saudara-saudara kita yang beragama bukan Islam, mari kita berkompetisi atau berlomba kebaikan untuk ikut serta berkontribusi membangun perdamaian dunia.

Dengan cara ajakan seperti ini merupakan representatif dari konsekwensi memikul amanah untuk melestarikan dunia yang kita cintai bersama-sama. Kepada kita-kita yang berada di lingkungan kekuasaan, mari kita manfaatkan kekuasaan tersebut demi mewujudkan perdamaian global. Demikian juga kepada kita-kita yang memiliki kompetensi ilmu, mari kita ikut berupaya melalui keilmuwan masing-masing.

Semoga kita semua bisa menambahkan motivasi untuk ikut bersama-sama. Setiap upaya untuk mencintai sesama makhluq adalah upaya membangun perdamaian. Sebaliknya setiap upaya; menghindari perpecahan, menghindari persengketaan, menghindari permusuhan dan sebagainya adalah perbuatan membangun perdamaian. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
04 Sya’ban 1447
atau
23 Januari 2026
m.mustain