Bagus, Polisi Datangi Pemuda Sumba Bicara Bali Merinding

 

SUMBA BARAT DAYA, Aparat Kepolisian Resor (Polres) Sumba Barat Daya melalui personel yang bertugas di wilayah Kodi Utara bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait sebuah video yang diduga berisi aksi provokatif seorang pemuda asal Kodi yang kembali viral di media sosial.

Pada hari ini, Kamis, 22 Januari 2026, petugas kepolisian mendatangi langsung kediaman pelaku guna memberikan teguran keras dan meminta klarifikasi atas konten siaran langsung (live) di aplikasi TikTok yang diduga dinilai memicu ketegangan sosial.

Kronologi Drama “Bali Merinding”

Oknum tersebut sebelumnya sudah menjadi sorotan setelah sebuah videonya yang diduga berisi kata-kata provokatif viral beberapa waktu lalu. Akibat perbuatannya, ia telah didisiplin dan dipulangkan dari Bali ke kampung halamannya oleh pengurus Paguyuban Kodi Pasola di Bali demi menjaga nama baik warga Sumba di perantauan.

Namun, alih-alih menunjukkan penyesalan, pelaku justru kembali berulah. Dalam tangkapan layar siaran langsung yang beredar luas, ia berulang kali melontarkan kalimat, “Bali merinding, Bali merinding, Bali merinding.” Ucapan tersebut sontak memicu amarah warganet dan dikhawatirkan dapat memperkeruh suasana serta merugikan warga Sumba lainnya yang saat ini sedang mencari nafkah di Bali.

Langkah Tegas Kepolisian
Menanggapi situasi yang kian memanas, anggota Polres Sumba Barat Daya menyambangi rumah pelaku untuk memberikan pembinaan. Pihak kepolisian menegaskan agar pelaku segera menghentikan segala bentuk aksi di media sosial yang bersifat provokatif dan mengganggu ketertiban umum.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif, baik di wilayah Sumba Barat Daya maupun demi menjaga hubungan baik dengan masyarakat di Pulau Bali. Kepolisian juga mengimbau keluarga pelaku agar turut mengawasi aktivitas anak mereka di dunia maya.

Imbauan Bijak: Mari Jaga Martabat dengan Jempol yang Sehat
Sehubungan dengan kejadian ini, kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Sumba di mana pun berada, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial melalui langkah-langkah berikut:

Saring Sebelum Sharing: Pikirkan dampak jangka panjang dari setiap ucapan atau video yang kita unggah. Satu video provokasi bisa menghancurkan reputasi ribuan orang baik.

Berhenti Memberi “Panggung”: Jangan bagikan ulang atau mengomentari konten negatif. Abaikan dan laporkan (report) akun-akun yang hanya mencari sensasi dengan cara merusak persaudaraan.

Tunjukkan Prestasi, Bukan Sensasi: Gunakan media sosial untuk menunjukkan bahwa warga Sumba adalah masyarakat yang beradab, pekerja keras, dan menghargai budaya daerah lain.

Jaga Hubungan “Dimana Bumi Dipijak”: Mari kita bantu mendinginkan suasana dengan tidak terpancing emosi dan tetap bersikap santun kepada sesama, baik di dunia nyata maupun media sosial.

“Kekuatan sejati seorang perantau bukan terletak pada keberaniannya menantang, melainkan pada kemampuannya menjaga kepercayaan dan kehormatan tanah kelahirannya.”

MM