GP Ansor DKI Jakarta Jadi Rujukan Nasional, Dorong Kolaborasi dengan Pemerintah.

JAKARTA – Ketua Umum PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin mengapresiasi perkembangan signifikan kinerja PW GP Ansor DKI Jakarta, yang dinilai layak dijadikan contoh bagi kepengurusan Ansor di seluruh Indonesia. Kemajuan tersebut tercapai meskipun menghadapi tantangan khas ibukota seperti heterogenitas SDM, kompleksitas persoalan ekonomi, dan keterbatasan ruang ekspresi anak muda.

Addin menyampaikan terima kasih kepada kepengurusan Ansor DKI Jakarta yang dibimbing oleh Yakin atas kemajuan yang dicapai. “Saya harus menyampaikan terima kasih sebagai Ketua Umum kepada sahabat-sahabat Ansor DKI. Sejak dibimbing oleh sahabat Yakin, perkembangannya luar biasa,” ujarnya saat pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) GP Ansor DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, GP Ansor DKI Jakarta telah menjelma menjadi barometer bagi Ansor secara nasional. “Tidak mudah mengelola Ansor di Jakarta. Ada problem ekonomi, ada problem ruang bagi anak-anak muda yang menjadi PR bersama,” tegasnya.

Addin berharap GP Ansor DKI Jakarta dapat terus mengambil peran strategis sebagai jangkar berbagai program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa Ansor harus hadir sebagai penghubung kepentingan anak muda sekaligus influencer kebaikan di ruang publik. “Ansor DKI Jakarta harus menjadi penghubung dari berbagai kepentingan anak-anak muda, menjadi penggerak program-program bermanfaat. Karena itu, Ansor DKI dan Pemerintah DKI Jakarta tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar Ansor DKI menjadi ujung tombak dalam mendukung indikator kemajuan pembangunan Jakarta. Setiap program strategis pemerintah daerah harus mendapat dukungan aktif dari kader-kader Ansor di lapangan. “Ansor DKI Jakarta harus menjadi tulang punggung pemerintah daerah, termasuk dalam menerjemahkan kebijakan agar partisipasi publik semakin kuat,” ujarnya.

Addin juga mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta atas kepemimpinan yang terbuka dan transparan. Menurutnya, keterbukaan ruang publik dan transparansi kebijakan telah menciptakan suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat Jakarta. “Sebagai warga Jakarta, saya merasakan kepemimpinan Pak Gubernur yang membuka ruang publik dan transparansi. Itu menjaga suasana damai dan harmoni,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan arah besar transformasi organisasi melalui agenda gerakan bertajuk BISA (Bisnis Ekonomi, Inovasi Teknologi dan Media, Sumber Daya Manusia, serta Anak Muda). Ansor saat ini tidak hanya fokus pada kaderisasi dan keagamaan tetapi juga aktif dalam sosial dan kemanusiaan. “Ansor hari ini punya mimpi besar. Kita tidak hanya mengurusi kaderisasi dan keagamaan, tetapi juga diarahkan pada penciptaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi, inovasi, penguatan jejaring media, peningkatan SDM, dan menjadikan Ansor sebagai hub anak muda Indonesia,” paparnya.

Ia menekankan bahwa rentang usia kader Ansor yang produktif (20 hingga 45 tahun) merupakan potensi besar untuk terlibat penuh dalam transformasi kebijakan pemerintah, khususnya dalam agenda penguatan ekonomi nasional. Inovasi menjadi bagian penting dari perjuangan Ansor untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi anak muda dan bangsa.

“Ketika pemerintah pusat fokus pada ekonomi, maka tugas Ansor adalah terlibat dalam pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan menjadi simpul utama anak-anak muda Indonesia,” pungkasnya.*Imam Kusnin Ahmad*.