Secangkir Kopi

By Imus

terlalu pahit dirasa
Masya Allah, nikmati dengan Cinta
tanpa air mata darah
terlalu hitam berwarna
Masya Allah, pesona romantika
syukur tabah primadona jiwa
jangan terpaksa, Azza bersama senantiasa

secangkir kopi setia berdendang asmara
padamu puja masa depan renjana
melodi melangit sukma kembara
meredam bas dijeda istirah
berkendang degup esok lusa wasangka
seruling mengalun merdu meniti asa
dan saksofon mengikuti irama hidup terimalah
ada organ piano berdentang tawa tangis
bersahaja

secangkir kopi merasa dawai asmara
ketika disesap Kak Rhoma bangkit satria
bahwa hidup pagelaran dunia
lain lubuk lain airnya beragam fenomena
mengikuti irama mendangduti setiap resah
hidup jangan tanpa Cinta

Lamongan, 15 Juli 2025