بسم الله *Konstruksi Peradaban Perdamaian Global*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Dalam konteks ilmu sosial pada tataran pemikiran, Konstruksi diartikan sebagai pembentukan suatu konsep, pemikiran, atau realitas sosial melalui proses interaksi, nilai, dan budaya. Contoh: konstruksi sosial dan konstruksi peradaban.

Untuk konteks peradaban Islam,
Konstruksi adalah proses membangun kehidupan individu dan masyarakat berbasis keimanan dan logika untuk mencapai ketentraman hidup yang damai sejahtera.

QS. Al-Hujurāt : 13 memberikan dasar alur pemikiran, yakni;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Tafsir Ringkas:
Ayat ini menegaskan tentang prinsip dasar peradaban Islam, yakni: Asal-usul manusia sama. Semua manusia berasal dari satu nenek moyang Adam dan Hawa. Tidak ada kelebihan karena ras, suku, warna kulit, atau keturunan. Keberagaman adalah kehendak Allah SWT. Perbedaan bangsa dan suku bukan untuk saling merendahkan, tetapi untuk ta‘āruf yakni saling mengenal, bekerja sama, dan membangun peradaban (Midified AI, 2026).

Standar kemuliaan bukan status sosial yang pada umumnya difahami orang, tetapi kemuliaan di sisi Allah SWT adalah karena tingkat ketaqwaannya. Hal ini lebih jelasnya bahwa kemulyaan bukan karena jabatan, kekayaan, atau asal-usul, tetapi taqwa ketaatan dan akhlaq.

Kembali pada konstruksi peradaban perdamaian global bahwa karakter khas yang menjadi target adalah etika peradaban. Etika ini sebab menjadi dasar keadilan, persamaan, toleransi, dan penghormatan antar manusia, yang merupakan pilar utama peradaban yang luhur. Sedangkan etika adalah puncak keimanan dan ketaatan terhadap aturan agama serta nilai-nilai yang lain.

Dengan demikian membangun konstruksi peradaban untuk perdamaian global adalah harus dimulai dari ketuhanan yang merupakan muara dari segala keimanan. Kemudian disusul dengan kepatuhan terhadap aturan sebagai konsekwensi keimanan. Meskipun demikian kita juga harus bisa menerima konsep perdamaian dari saudara-saudara kita yang belum/tidak beragama.

Pada puncaknya adalah bentuk perwujudan etika dalam bersikap untuk berinteraksi membangun komunitas global berupa peradaban damai sejahtera. Sungguh indah hidup di dunia global yang berdampingan tanpa konflik. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
02 Sya’ban 1447
atau
21 Januari 2026
m.mustain