BJB Tandamata Kalah Tipis 2-3 dari Electric PLN Mobile di Putaran 1 Proliga Sumut 2026.

MEDAN-Pada Sabtu (17/1/2026) sore, dalam Putaran 1 Seri II Proliga 2026 yang digelar di GOR Voli Sumut Sport Center, Bandung BJB Tandamata bertemu dengan Jakarta Electric PLN Mobile dalam duel yang sangat ketat. Kedua tim menunjukkan permainan yang gigih sejak set awal, dengan pergantian keunggulan poin yang sering terjadi di lapangan.

Meski berhasil memimpin pada dua kesempatan, BJB Tandamata akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor akhir 2-3. Perolehan skor per set adalah 25-20 (menang), 23-25 (kalah), 27-25 (menang), 18-25 (kalah), dan 13-15 (kalah).

Pelatih BJB Tandamata, Risco Herlambang, menurunkan skuat utama sejak awal yang terdiri dari Sonaly Cidrao , Dinda Putri , Calista Maya , Tiara Sanger , Maradanti Namira , Anastasia Guerra , dan Shintia Alliva . Sementara itu, pelatih Electric PLN Mobile, Chamnan Dokmai, juga mengeluarkan pemain utama mereka, antara lain Neriman Ozsoy, Miva Ratna Sari, Agustin Wulandari (MB), Khalisa Azilia Rahma, Celeste Elle Plak, Ersandrina Devega, dan Dinda Syifa Ammelia.

Set Pertama: BJB Tandamata sempat tertinggal 1-3 di awal, namun dengan kontribusi poin dari Sonaly Cidrao, Anastasia Guerra, dan Calista Maya (Camay), mereka berhasil membalikkan keadaan dan menang 25-20.

Set Kedua: Electric PLN Mobile menunjukkan stamina prima dan menguasai permainan blok, sehingga berhasil mengalahkan BJB Tandamata dengan skor 25-23.

Set Ketiga: Pertandingan semakin ketat dengan beberapa kali terjadinya duece, sebelum BJB Tandamata akhirnya mengunci kemenangan 27-25.

Set Keempat: BJB Tandamata mulai menunjukkan kelambanan akibat kesalahan komunikasi dan penurunan kondisi fisik, yang dimanfaatkan Electric PLN Mobile untuk menang 25-18.

Set Kelima: Duel tetap sengit, namun Electric PLN Mobile mampu mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 15-13.

Kekalahan dalam pertandingan yang begitu ketat bukanlah akhir dari segalanya. Semangat juang dan kerja keras yang ditunjukkan BJB Tandamata sudah patut diacungi jempol. Mari jadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi dan kekuatan untuk menghadapi laga-laga selanjutnya. Percayalah, setiap pengalaman adalah batu loncatan menuju kemenangan yang lebih gemilang.*Imam Kusnin Ahmad*