Pasar Kesamben Bersejarah yang Terbakar Tahun 2022 Dibangun Kembali, Target Menampung 755 Pedagang.

BLITAR–Pasar Kesamben, salah satu ikon perdagangan bersejarah di Kabupaten Blitar yang telah menjadi tulang punggung perekonomian wilayah timur kabupaten tersebut selama hampir satu abad, memasuki babak baru dengan dimulainya pembangunan ulang.

Pada Rabu (14/1/2026), Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, MM, secara resmi melaksanakan upacara Ground Breaking atau peletakan batu pertama sebagai tanda awal konstruksi yang ditunggu-tunggu. Proyek ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia dalam rangka pemulihan dan penguatan ekonomi masyarakat pasca-musibah, dengan harapan dapat mengembalikan serta meningkatkan peran strategis pasar bagi kemakmuran daerah.

*Latar Belakang dan Perjalanan Proses Pembangunan*

Didirikan pada tahun 1930, Pasar Kesamben berdiri di atas lahan seluas 9.455 meter persegi yang berlokasi di Jalan Stasiun, Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben. Selama puluhan tahun, pasar ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga menjadi salah satu penyangga utama perekonomian Kabupaten Blitar di wilayah timur. Banyak petani lokal, pedagang mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengandalkan pasar ini sebagai wadah memasarkan hasil produksi serta memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar.

Namun, pada tahun 2022, musibah tak terduga melanda ketika kebakaran menghanguskan sebagian besar fasilitas pasar. Kejadian tersebut tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi ratusan pedagang dan berdampak pada ketersediaan barang kebutuhan masyarakat setempat. Setelah melalui masa evaluasi, koordinasi, dan persiapan yang matang bersama berbagai pihak terkait, pada tahun 2026 pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR RI memberikan dukungan penuh untuk membangun kembali Pasar Kesamben.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar, Darmadi, S.Sos., M.Si, dalam laporannya saat acara Ground Breaking.

Menurutnya, pembangunan ulang pasar ini dirancang dengan kapasitas yang lebih besar, dimana diharapkan mampu menampung kurang lebih 755 pedagang. Jumlah tersebut tidak hanya akan menampung pedagang lama yang terdampak kebakaran, tetapi juga memberikan kesempatan bagi calon pedagang baru untuk berkontribusi dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Setelah mengalami musibah pada tahun 2022 lalu, akhirnya pada tahun ini kita bisa melihat awal dari pembangunan pasar yang baru, dengan dukungan yang sangat berarti dari Kementerian PUPR RI,” ujar Darmadi.

*Strategi dan Harapan Terhadap Proyek Pembangunan*

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Ariwibawa, S.T., menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Kesamben merupakan proyek strategis yang dilaksanakan secara multiyears, dengan perencanaan yang matang untuk memastikan kualitas konstruksi dan keawetan infrastruktur yang dibangun.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam menyelesaikan proyek ini.

“Kami berharap proses konstruksi dapat berjalan lancar tanpa hambatan apa pun. Selain itu, setelah selesai, Pemerintah Kabupaten Blitar dapat melakukan pemanfaatan dan pemeliharaan gedung pasar dengan baik,” ujar Agung.
Tujuannya adalah agar fungsi pasar dapat berjalan optimal, aktivitas jual beli semakin ramai, dan secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Kementerian PUPR RI, atas komitmen dan dukungan yang diberikan untuk pembangunan ulang Pasar Kesamben.

Menurutnya, pasar ini memiliki nilai historis dan simbolis yang sangat besar bagi masyarakat Blitar, sehingga pembangunan ulang bukan hanya tentang memperbaiki infrastruktur fisik semata.

“Bagi kita, Pasar Kesamben bukan hanya tempat berdagang, tetapi juga bagian dari identitas sejarah dan budaya daerah yang harus kita jaga dan kembangkan,” jelasnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, pedagang, dan pihak terkait untuk memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan ini, baik dalam hal menjaga keamanan lokasi konstruksi maupun dalam mempersiapkan diri untuk memanfaatkan fasilitas baru yang akan disediakan.

*Inovasi dan Motivasi untuk Masa Depan*

Untuk menjawab tantangan perkembangan zaman, pembangunan Pasar Kesamben baru akan mengusung sejumlah inovasi dalam pengelolaan dan pemanfaatan ruang. Di antara inovasi yang akan diterapkan adalah penyediaan fasilitas yang lebih modern dan ramah pengguna, seperti zona parkir yang teratur dan aman, area sanitasi yang memadai sesuai standar kesehatan, ruang penyimpanan barang yang dilengkapi sistem keamanan, serta integrasi sistem informasi untuk memudahkan pedagang dan konsumen dalam melakukan transaksi.

Selain itu, pemerintah kabupaten juga akan menyusun program pendampingan berkelanjutan bagi para pedagang, mulai dari pelatihan peningkatan kualitas produk, manajemen usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Motivasi utama di balik upaya ini adalah untuk mengembalikan martabat Pasar Kesamben sebagai pusat aktivitas ekonomi yang dinamis dan inklusif, sekaligus menjadi wadah bagi pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

“Dengan dibangunnya kembali pasar ini, diharapkan aktivitas perdagangan semakin ramai dan perputaran ekonomi masyarakat dapat terus meningkat. Semoga Pasar Kesamben baru dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih kuat bagi wilayah timur Kabupaten Blitar dan memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandas Bupati Rijanto.*Imam Kusnin Ahmad*