بسم الله *Bagaimana Hati yang Terkunci atau Mati*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Ada dua ayat yang diangkat dalam topik ini, yakni;

1. QS Al-Baqarah (2:7):

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Allah telah menutup hati mereka, dan pada pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang besar.”

Tafsir:
Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang tidak beriman dan tidak mau menerima petunjuk Allah. Allah telah menutup hati mereka sehingga mereka tidak dapat memahami kebenaran, tidak dapat mendengar petunjuk Allah, dan tidak dapat melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Mereka akan mendapatkan azab yang besar di akhirat.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ayat ini turun tentang orang-orang kafir yang tidak mau menerima Islam dan tidak mau beriman kepada Allah. Mereka telah menutup diri mereka sendiri dari petunjuk Allah, sehingga Allah menutup hati mereka dan tidak memberikan mereka petunjuk (Meta AI, 2026).

Tidak hanya orang kafir yang menutup diri tidak mau menerima masukan dari pihak lain, meskipun lebih senior. Apakah orang Islam yang berkarakter seperti ini juga dimasukkan dalam kelompok hati yang terkunci. Ataukah masuk kelompok hati yang sakit, yang jelas bukan kelompok hati yang bersih. Semoga kita diselamatkan dari hati yang terkunci dan/atau hati yang sakit aamiin.

2. QS Al-An’am ayat 122 berbunyi:

أَوَ مَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمُشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan apakah orang yang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami beri cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah manusia, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, yang tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah, diserikanlah kepada orang-orang kafir itu apa yang telah mereka kerjakan.”

Tafsir:
Ayat ini menjelaskan tentang perbedaan antara orang yang telah dihidupkan oleh Allah dengan iman dan hidayah, dengan orang yang masih berada dalam kegelapan kekafiran. Orang yang telah dihidupkan oleh Allah dapat berjalan di tengah-tengah manusia dengan cahaya iman, sedangkan orang yang kafir tidak dapat keluar dari kegelapan kekafirannya.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa ayat ini menjelaskan tentang orang yang telah mati dalam kekafiran, kemudian dihidupkan oleh Allah dengan iman dan hidayah, sehingga dapat berjalan di jalan yang lurus (Meta AI, 2026).

Sudah barang tentu berbeda antara orang yang hatinya mati dengan orang hatinya hidup atau bersih. Hati yang mati disamakan dengan hidup tanpa iman dan tanpa hidayah. Ada pertanyaan yang menarik bagaimana ada orang yang hatinya keras. Kata keras memiliki lawan kata lembut yakni orang yang hatinya lembut adalah orang yang tidak mudah tersinggung, orang yang mudah menerima masukan untuk perbaikan, orang yang legowo. Semoga kita semua bisa memiliki hati yang lembut aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
21 Rojab 1447
atau
11 Januari 2026
m.mustain