
JAKARTA– Pemerintah kembali menegaskan komitmen pelayanan sebagai prinsip utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Seluruh petugas haji diminta untuk mengutamakan pelayanan kepada jamaah, bukan menjadikan penugasan sebagai sarana untuk menunaikan ibadah pribadi.
Penegasan ini disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat menutup kegiatan Training of Trainer (ToT) petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede pada Kamis malam. Menurutnya, masih terdapat sorotan dan kritik dari publik serta jamaah terkait komitmen pelayanan pada penyelenggaraan sebelumnya.
“Ini, kan, banyak juga kritik dari teman-teman publik, jamaah, segala macam terkait dengan komitmen pelayanan. Nah, jadi kita ingin pastikan semua petugas haji itu orientasi utamanya adalah pelayanan jamaah, bukan nebeng naik haji,” kata Dahnil sesuai tulisan resmi yang diterima 9/1 2026.
Tugas Petugas Haji Membutuhkan Kesiapan Maksimal
Dahnil menjelaskan bahwa tugas petugas haji bukanlah sekadar beribadah, melainkan pekerjaan yang menuntut kesiapan fisik dan mental tinggi. “Petugas haji itu bekerja hampir tanpa henti. Kerjanya bisa 25 jam, mayoritas kerja fisik. Jadi, kalau mau fokus ibadah, ya jangan jadi petugas,” tegasnya.
Selain meluruskan orientasi, bimbingan teknis yang akan berlangsung mulai 10 Januari 2026 selama sekitar satu bulan juga akan menekankan aspek integritas, kedisiplinan, dan kekompakan tim. Persoalan koordinasi dan kerja tim masih menjadi catatan penting dalam evaluasi sebelumnya.
“Pelayanan di Madinah dan Makkah itu kerja tim. Kalau kedisiplinan dan koordinasi bermasalah, jamaah yang dirugikan,” katanya.
Untuk memperkuat karakter petugas, Kementerian Haji dan Umrah mengadopsi pendekatan pelatihan militer, termasuk simulasi pelayanan di Tanah Haram dan Masyair serta uji fisik. “Kami ingin petugas yang siap secara mental, fisik, dan waktu. Kalau merasa tidak siap, lebih baik tidak ikut, karena yang ingin jadi petugas haji itu jutaan orang,” ujarnya.
Jumlah Petugas TNI-Polri Ditingkatkan Dua Kali Lipat
Dalam kesempatan yang sama, Dahnil mengungkapkan bahwa jumlah petugas haji dari unsur TNI dan Polri tahun ini akan ditambah hingga dua kali lipat atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Penambahan tersebut dilakukan mengingat kinerja kedua institusi yang dinilai disiplin dan bertanggung jawab.
Selain itu, kementerian juga telah menyiapkan sistem penghargaan bagi petugas haji yang berprestasi. “Ukuran keberhasilan petugas haji adalah dedikasinya melayani jamaah. Bukan seberapa banyak ibadah pribadinya, tetapi seberapa baik ia melayani,” pungkas Dahnil.
Semoga dengan pembekalan dan tuntutan yang jelas ini, pelayanan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lebih baik dan memberikan pengalaman yang mulia bagi seluruh jamaah serta mencerminkan profesionalisme bangsa Indonesia di mata dunia!
*Imam Kusnin Ahmad*
