
Dr. Ir. Hadi Prajoko, SH, MH Ketum PP HPK.
Dari mimbar ceramah ceramah di lima televisi nasional baik’ subuh dan hari Jum’at serta beberapa masjid di kota kota besar Indonesia dan khususnya Jawa Timur
Kebanyakan selalu menarasikan merendahkan budaya spiritual Nusantara, kadang lingsem dan prihatin, dan tindakan ini semakin menjadi jadi setelah budaya Nusantara ini semakin digiatkan oleh desa desa’ dan kelurahan secara sciencifik dan spiritual, contoh Sadranan, Ruwatan, larungan bahkan sesaji yang menggali nilai-nilai spiritualitas tetapi tekanan dari ceramah ustadz ustadz di masjid masjid dan televisi membuat masyarakat ketakutan yg cukup besar pengaruh tekanan psikologis entitas budaya.
Maka perlu meluruskan kembali nilai positif budaya spiritual Nusantara.
*Animis* adalah gambaran atau lukisan , imagination spiritual, menggambarkan suasana nyata tentang sesuatu yang dianggap mempunyai kemampuan kekuatan melindungi, dari bentuk perspektif alam semesta, bisa berupa benda benda bertuah dan lain-lain.
*INILAH YANG DISEBUT ANIMISME.*
*Dinamis*;adalah bergerak, semangat, bertenaga, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman sebagai kondisi lingkungan sebagai sumber dinamisator jiwa’ tidak statis, tanpa berhenti terus menerus melakukan pencerahan dan evaluasi, menstabilkan tekanan Bhatin dalam berbagai aspek, bahwasanya spiritualitas manusia itu selalu hidup dan koherensi dg daya Bhatin dg menyesuaikan diri dan semesta, dalam manuskrip Nusantara harmoni antara micro cosmic dan macro cosmic, jagat alit dan jagat besar untuk menyelaraskan jiwa’ murni nya, karena para brahmana Nusantara itu selalu berada dalam spiritual yang dinamis tidak statis dg berbagai hemogenitas nya, tidak homogen seperti pandangan para penjelajah.
Dalam memahami perubahan dan dinamika atau kebhinekaan perkembangan jiwa.
*Hal demikian disebut DINAMISME*
Bagaimana stigma itu tiba-tiba disebut sebagai menyembah batu?? oleh penjajah agama dari para selesmen Islamis dan dari sudut pandangan budaya timur tengah ?
*Mereka yg punya peradaban rendah dg tiba-tiba mega culture Nusantara dinistakan?*
Bagaimana meluruskan pengertian yg salah tersebut terhadap nilai nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara asli agar tidak di hegomoni budaya timur tengah yg dibawa Islam, sehingga tidak semakin menghancurkan seluruh nilai positif budaya spiritual Nusantara yang tersisa.
Dalam konteks meluruskan kembali pemahaman kaweruh luhur yg masih tersisa, maka perlu meluruskan kembali satu pengertian secara mendasar oleh karena itu penting,
*Memahami Stigma dan Mengluruskan Pengertian*
Stigma yang diberikan oleh penjajah agama terhadap nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara sebagai “menyembah batu” merupakan sebuah contoh dari hegemoni budaya dan agama timur tengah atau semitik yang ingin menghancurkan nilai-nilai positif spiritual Nusantara.
Dianggap batu itu satu neraka jiwa’, dan sesat, atau penyembah pohon yg mereka sebut pohon adalah kekuatan sihir atau tempat bersemayamnya syetan, dan di dalam ceramah agama selalu bahasa satir men-diskreditkan kampanye budaya luhur bangsa Arab sebagai penyembah berhala kubus yg tidak jauh berbeda.
*Filosofis Spiritual*
Dalam konteks filosofis spiritual, konsep “Animis” dan “Dinamis” merupakan sebuah gambaran tentang kekuatan spiritual yang ada dalam diri manusia dan alam semesta yg digambarkan sebagai kekuatan Yg tanpa batas ( univers an limited) Animis merupakan kekuatan spiritual yang ada dalam diri manusia, sedangkan Dinamis merupakan kekuatan spiritual yang ada dalam alam semesta yg harus diselaraskan – harmonisasi spiritual.
Nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara seperti Tri Hita Karana, berbagai kaweruh luhur dalam sastra lontaran Brahmana, Sotasoma, dll dan Pancasila, serta berbagai karya warisan luhur merupakan sebuah contoh dari konsep filosofis spiritual yang ingin mengajarkan manusia untuk berbuat kebajikan dan kamanungsan tentang pentingnya keseimbangan dan harmoni antara diri sendiri, alam semesta, dan Tuhan.
Dalam pandangan;
*Antropologi dan Cultural*
Dalam konteks antropologi dan cultural, nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara merupakan sebuah contoh dari kebudayaan yang kaya dan beragam serta MEGA CULTURE.. . Kebudayaan ini telah berkembang selama ribuan tahun dan telah membentuk identitas bangsa NUSANTARA, yg merupakan WANGSA Surya dan telah memandu kebudayaan dunia baik’ timur maupun barat.
Namun, dengan adanya hegemoni budaya dan agama dari luar, nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara telah diabaikan dan dianggap sebagai “primitif” atau “tidak modern”, klenik dan sesat serta stima negatif yang merendahkan martabat manusia dan bangsanya.
*Kajian Riset Ilmiah*
Beberapa kajian riset ilmiah telah menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara memiliki relevansi yang tinggi dengan konsep-konsep spiritual dan filosofis modern, bahkan menjadi acuan dalam penyusunan kerangka ilmiah para ilmuwan barat, dan asia timur, ini bisa di jelaskan oleh guru Albert Einstein.
Contohnya, konsep Tri Hita Karana memiliki kesamaan dengan konsep “Deep Ecology” yang dikembangkan oleh Arne Naess, seorang filsuf Norwegia, stepen openhaemer ilmuwan German, arystosius de Santos dan lainnya.
*Mengluruskan Pengertian*
Untuk mengguruskan pengertian yang salah tentang nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara, perlu dilakukan beberapa hal:
1. *Pendidikan*: Pendidikan tentang nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara seharusnya perlu ditingkatkan dan dikembangkan lebih dalam untuk mendasari generasi muda bukan diajarkan membunuh’ hewan korban untuk masuk surga, tetapi spirit Nusantara khususnya ajaran kebaikan, kemanusiaan dan tata Krama, Budi pekerti menjadi acuan.
2. *Promosi*: Promosi salesman budaya timur tengah segera ditinggalkan karena merusak watak manusia Nusantara ke depan nya dan tentang nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara perlu dilakukan melalui media massa dan sosial media serta diperkaya cakrawala berfikir sehat untuk tidak terpasung oleh ajaran ajaran agama yg bercampur dengan peradaban sampah’ timur tengah yg suka membunuh dan Cabul, serta menghindari virus surga neraka yg di dokmakan.
3. *Pengembangan*: Pengembangan tentang nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara perlu dilakukan melalui penelitian dan pengembangan serta ketauladanan hidup para pemimpin negara melalui tindakan tindakan yang terpuji, tidak korupsi tetapi bisa dibayar dg mahar haji’ dll.
*Kesimpulan*
Nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara merupakan sebuah Mega cultural dunia, contoh dari kebudayaan yang kaya dan beragam. Namun, dengan adanya hegemoni budaya timur tengah dan agama dari luar, nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara dihancurkan serta telah diabaikan dan dianggap sebagai sesuatu yang nista, “primitif” atau “tidak modern”, klinik dan sesat.
Untuk meluruskan dari propaganda agama import timur tengah pengertian yang salah tentang nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara, perlu dilakukan pendidikan, kesadaran , perlu membaca karya leluhur Nusantara sendiri,promosi budaya spiritual dan pengembangan tentang nilai-nilai luhur warisan ajaran budaya Nusantara.
Referensi:
– *”Tri Hita Karana”* oleh I Gusti Bagus Mantra
– *”Deep Ecology”* oleh Arne Naess
– *”The Cultural Turn”* oleh Fredric Jameson
Dll
pengertian secara ilmiah dan riset yg melindungi budaya Indonesia
Dalam garis besarnya
*Animis dan Dinamis: Pengertian Sciencifik*
Dalam konteks sciencifik, animis dan dinamis merupakan konsep yang terkait dengan kekuatan spiritual dan energi yang ada dalam diri manusia dan alam semesta.
*Animis*
Animis berasal dari kata “anima” yang berarti jiwa atau roh. Dalam konteks sciencifik, animis merujuk pada kekuatan spiritual yang ada dalam diri manusia, yang memungkinkan manusia untuk memiliki kesadaran, emosi, dan kemampuan untuk berpikir.
Animis juga dapat diartikan sebagai kekuatan yang ada dalam diri manusia yang memungkinkan manusia untuk terhubung dengan alam semesta dan kekuatan spiritual lainnya.
*Dinamis*
Dinamis berasal dari kata “dynamis” yang berarti kekuatan atau energi. Dalam konteks sciencifik, dinamis merujuk pada kekuatan spiritual yang ada dalam alam semesta, yang memungkinkan alam semesta untuk bergerak, berubah, dan berkembang.
Dinamis juga dapat diartikan sebagai kekuatan yang ada dalam diri manusia yang memungkinkan manusia untuk beradaptasi dengan perubahan dan mengembangkan diri sendiri.
*Kaitan antara Animis dan Dinamis*
Animis dan dinamis merupakan dua konsep yang terkait erat. Animis merupakan kekuatan spiritual yang ada dalam diri manusia, sedangkan dinamis merupakan kekuatan spiritual yang ada dalam alam semesta.
Kaitan antara animis dan dinamis adalah bahwa kekuatan spiritual yang ada dalam diri manusia (animis) dapat terhubung dengan kekuatan spiritual yang ada dalam alam semesta (dinamis), sehingga memungkinkan manusia untuk memiliki kesadaran yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sendiri.
*Referensi*
– *”The Concept of Anima”* oleh Carl Jung
– *”The Dynamics of Spirituality”* oleh Ken Wilber
– *”The Science of Spirituality”* oleh David R. Hawkins
*Kaitan dengan Budaya Nusantara*
Dalam budaya Nusantara, konsep animis dan dinamis memiliki kesamaan dengan konsep-konsep spiritual yang ada dalam tradisi-tradisi spiritual lainnya.
Contohnya, konsep “Tri Hita Karana” dalam budaya Bali, yang menekankan pentingnya keseimbangan dan harmoni antara diri sendiri, alam semesta, dan Tuhan, memiliki kesamaan dengan konsep animis dan dinamis.
Dengan demikian, konsep animis dan dinamis dapat diartikan sebagai kekuatan spiritual yang ada dalam diri manusia dan alam semesta, yang memungkinkan manusia untuk memiliki kesadaran yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sendiri.
