
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Mati adalah bentuk nasihat nyata yang tidak berbicara. Sedangkan nasihat yang berbicara adalah Al-Qur’an. Bagaimana mati yang nampaknya hanya satu peristiwa tetapi bisa memiliki nilai yang begitu besar. Di dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Shu’ab Al-Iman, dari hadits Abu Hurairah RA.
كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا
Artinya: “Cukuplah kematian sebagai nasihat (peringatan).”
Secara filsafat ontologi-metafisika agama, mati adalah fenomena lepasnya roh atau nyawa dari jasad. Dalam Islam mati adalah step atau tahap perpindahan dari alam dunia menuju alam akhirat. Sedangkan dari filsafat murni ontologi dapat dipahami sebagai berikut (Modified Meta AI, 2026):
1. Perubahan keadaan: Transisi dari keadaan hidup ke keadaan tidak hidup, dari eksistensi ke non-eksistensi.
2. Akhir eksistensi: Berakhirnya keberadaan individu, lenyapnya kesadaran dan pengalaman subjektif.
3. Proses alami: Bagian dari siklus alam, seperti lahir, tumbuh, dan mati.
4. Keterbatasan: Mengingatkan manusia akan keterbatasan dan kefanaan hidup.
Dalam referensi agama Islam bisa didapatkan dari banyak sumber baik Al-Qur’an maupun hadits. Di antarannya adalah QS Waqiah: 60, yakni:
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ
Artinya: “Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak akan dapat dikalahkan.”
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah menentukan ajal (waktu kematian) bagi setiap manusia, dan tidak ada yang dapat menghindari kematian. Allah juga menegaskan bahwa Dia tidak dapat dikalahkan atau dihalangi dalam menentukan takdir-Nya.
Dalam tafsir Ibn Katsir, disebutkan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah menentukan ajal bagi setiap manusia, dan tidak ada yang dapat mengubahnya. Allah juga menegaskan bahwa Dia memiliki kekuasaan yang mutlak dan tidak dapat dikalahkan.
Pelajaran besar dari kematian adalah nasihat untuk kita bahwa mati atau kematian itu tidak perlu ditakuti karena percuma kita tidak bisa menghindar. Strategi yang cerdas adalah menyiapkan dengan lebih serius dan sungguh2 dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Semoga kita bisa melakukan aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
11 Rojab 1447
atau
01 Januari 2026
m.mustain
