بسم الله *Dunia Tempat Bercocok-tanam untuk Akhirat*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Di hari pertama 2026 ini mari kita menggelar lembaran baru untuk menulis dokumen kita tentang perencanaan peningkatan amal sholeh. Kemudian kita mulai mencatat realisasi yang kita lakukan hari demi hari atau jam demi jam bahkan detik demi detik dalam putaran sehari 24 jam. Kita niatkan bahwa *”hari ini kita upayakan lebih baik dari kemarin”*. InsyaAllah setiap hari kita berpedoman kalimat tersebut sampai tanggal 31 Desember 2026 apabila Allah SWT masih memberikan kesempatan hidup.

Kita juga sudah dibekali oleh Allah SWT tentang dasar pedoman menjalani hidup di dunia ini, bahwa hidup di dunia ini adalah lahan cocok tanam untuk akhirat. Bekal ini berada di dalam Hadits riwayat Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas, yakni;
الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ

Artinya: “Dunia adalah ladang (tempat bercocok tanam) untuk akhirat.”

Hadits ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia ini adalah tempat untuk beramal dan berbuat baik, seperti seorang petani yang menanam benih di ladangnya. Apa yang kita tanam di dunia ini akan kita tuai di akhirat. Jika kita menanam kebaikan, maka kita akan menuai kebaikan di akhirat. Jika kita menanam kejahatan, maka kita akan menuai kejahatan di akhirat (Meta AI, hari I 2026).

Dari peringatan ini mari kita resapi betul untuk me-restart pola pikir kita dan mulai kita jalani rencana aktivitas kita di awal tahun ini. Mari kita pasang niat khusus untuk menjalani tahun 2026 dengan peningkatan amal sholeh melakukan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Kita bayangkan seperti niat puasa sebulan penuh di awal sholat taraweh kita. Sekali lagi mari kita niatkan mengisi setahun penuh 2026 nanti dengan amal sholeh.

Peringatan yang lain ada pada QS. Al-Kahfi: 7, yakni:

إِنَّا لَجَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang paling baik perbuatannya.”

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan dunia dengan segala perhiasannya untuk menguji manusia, apakah mereka akan menggunakan nikmat itu untuk beramal shalih atau tidak. Pada akhirnya, semua yang ada di dunia akan musnah, dan yang tersisa hanya amal perbuatan kita (Meta AI, 2026).

Alhasil, mari kita pasang niatan hati yang tulus untuk meneruskan meningkatkan ibadah di tahun 2026 ini nanti. InsyaAllah dengan niat baik ini sudah menjadi amal sholeh, dan kita ambil sampel peningkatan sholat berjamaah di masjid. Semoga kita selalu mendapatkan hidayah dan maunah yakni pertolongan kemudahan untuk melakukan ibadah aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
11 Rojab 1447
atau
01 Januari 2026
m.mustain