بسم الله *Jangan Mengolok-olok*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Ketika mulut kita mengeluarkan kalimat tidak baik maka selalu ada rasa penyesalan. Hal ini sebab tidak sesuai dengan pakem perintah hati yang berkarakter selalu baik, sehingga bila terucap kurang/tidak baik maka segera dikoreksi oleh suara hati. Artikel ini mendiskripsi larangan, kemudian ancaman bila mulut berucap tidak baik apalagi mengolok-olok.

Judul artikel ini berdasarkan pada QS. Al-Hujurat (49:11), yakni;

*يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ*

Arti (Terjemahan)
_”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok). Janganlah kamu saling mencela dan janganlah kamu saling memanggil dengan nama-nama yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”_

Tafsir Ringkas (Ibnu Katsir, Al-Qurtubi, dll.) ayat ini adalah sebagai berikut:
1. Larangan Mengolok-olok (Sukhriyah) seperti menganggap rendah, mengejek, atau meremehkan. Boleh jadi mereka (yang diejek) lebih baik di sisi Allah SWT. Hal ini mengingatkan bahwa kemuliaan diukur dari taqwa, bukan harta, pangkat, atau rupa.
2. Laki-laki & Perempuan, ayat ini secara khusus menyebutkan bahwa kaum laki-laki dan perempuan agar tidak ada pengelompokan yang merasa kebal dari larangan ini. Semua jenis kelamin wajib menjaga adab.
3. Larangan Mencela (Lamz) & Memanggil Nama Buruk (Tanabuz Bil-Alqab), menuding kekurangan orang lain. Juga dilarang memberi gelar yang tidak disukai, misal: “Si Gendut”, “Si Kurus”, dll. Akibatnya bisa merusak persaudaraan dan menimbulkan permusuhan.
4. Ancamannya adalah fasiq (فاسق) = keluar dari ketaatan dan dzalim (ظالم) = mendzalimi diri sendiri dan orang lain. Hal ini apabila tidak bertaubat, maka pelakunya termasuk orang yang dzalim.
5. Kontekstualisasi Modern seperti bullying di media online misal komentar jahat, adalah termasuk dalam cakupan ayat ini. Panggilan buruk di media sosial, group, atau lingkungan kerja juga terlarang.

Point besar yang bisa kita ambil manfaat adalah kita harus menjaga lisan dan hati. Kita jangan pernah meremehkan orang lain, karena kita tidak tahu siapa yang lebih mulia di sisi Allah. InsyaAllah upaya perbaikan sikap seperti ini akan segera terasa ada hasil positifnya seperti jelas akan lebih santun, semoga demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya,
08 Jumadil Akhir 1447
atau
28 November 2025
m.mustain