بسم الله *Mozaik Orang Ikhlash*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan, ITS

Betapa beruntung bagi orang yang bisa ikhlash, sampai mendapat penghargaan dari Allah SWT Dzat pencipta alam. Orang ikhlash adalah orang yang murni niatnya karena Allah SWT dalam segala
sikap, perbuatan, dan ucapan. Allah SWT menjanjikan seperti dalam QS As-Shoffat sebagai berikut.

إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (40) أُولَٰئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُومٌ (41)

(40) “Kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan.” (41) “Mereka itulah orang-orang yang mendapat rezeki yang telah ditentukan.” Artikel ini mendiskripsi keistimewaan orang ikhlas.

Orang ikhlash adalah orang yang telah mencapai tingkat kesucian jiwa yang tinggi. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang telah membersihkan diri dari dosa-dosa dan telah mencapai kesucian hati, dengan ciri-ciri dan keutamaan sebagai berikut (Meta AI, 2025):
1. *Mereka hanya beribadah kepada Allah*: Orang ikhlash hanya beribadah kepada Allah saja, tidak ada yang lain.
2. *Mereka tidak mencari pujian manusia*: Orang ikhlash tidak mencari pujian atau pengakuan dari manusia, karena mereka hanya ingin mendapatkan ridha Allah.
3. *Mereka selalu berbuat baik*: Orang ikhlash selalu berusaha berbuat baik dan membantu orang lain, karena mereka ingin mendapatkan pahala dari Allah.
4. *Mereka tidak sombong*: Orang ikhlash tidak sombong atau merasa diri lebih baik dari orang lain, karena mereka tahu bahwa semua kebaikan datang dari Allah.
5. *Mereka selalu berdzikir*: Orang ikhlash selalu berdzikir dan mengingat Allah, karena mereka tahu bahwa Allah selalu ada bersama mereka.

Keutamaan orang ikhlash:
1. *Mereka akan mendapatkan surga*: Orang ikhlash akan mendapatkan surga dan kenikmatan yang abadi.
2. *Mereka akan mendapatkan ridha Allah*: Orang ikhlash akan mendapatkan ridha Allah dan akan menjadi hamba-Nya yang dicintai.
3. *Mereka akan mendapatkan kebahagiaan*: Orang ikhlash akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa, karena mereka telah mencapai kesucian hati.

Tafsir ayat 40 menjelaskan bahwa hamba-hamba Allah yang disucikan akan terhindar dari adzab dan akan mendapatkan kenikmatan di surga. Mereka adalah orang-orang yang telah membersihkan diri dari dosa-dosa dan telah mencapai kesucian jiwa (Tafsir Ibnu Katsir).

Sedangkan ayat 41 (juga tafsir Ibnu Katsir) menjelaskan bahwa mereka akan mendapatkan rezeki yang telah ditentukan, yaitu kenikmatan di surga yang telah dijanjikan oleh Allah. Rezeki ini adalah hasil dari amal sholih dan ketaatan mereka kepada Allah.

Kemudian ayat berikutnya mendiskripsi rizqi yang ditentukan, yakni:

فَوَاكِحُ وَهُمْ فِي مَقَامِ أَمِينٍ (42) قُصُورٍ فِي الْجَنَّةِ أَزْوَاجٌ حِسَانٌ (43)

(42) “Buah-buahan (yang lezat), dan mereka di tempat yang aman.”
(43) “(Mereka akan ditempatkan di) istana-istana di surga, di samping istri-istri mereka yang cantik-cantik.”

Tafsir ayat 42 ini menjelaskan bahwa hamba-hamba Allah yang disucikan akan mendapatkan kenikmatan di surga, termasuk buah-buahan yang lezat dan tempat yang aman dan nyaman.

Kemudian ayat 43 menjelaskan bahwa mereka akan ditempatkan di istana-istana di surga, di samping istri-istri mereka yang cantik-cantik. Istri-istri mereka adalah bidadari yang telah diciptakan oleh Allah untuk menjadi pasangan mereka di surga. Mereka akan hidup bersama dalam kebahagiaan dan kenikmatan yang abadi, kedua penafsiran ayat 42 dan 43 ini juga dari kitab tafsir Ibnu Katsir.

Kita tau bahwa keikhkasan adalah memiliki berbagai level tingkatan. Point pentingnya dari diskripsi mozaik orang ikhlash ini adalah bagaimana kita bisa meningkatkan keikhlasan kita. Ada satu tips untuk ini, caranya mudah tapi tidak mudah untuk dilakukan.

Umumnya orang riya’ itu senang bila beramal dilihat orang, tetapi orang ikhlash sebaliknya tidak senang bila ketahuan orang. Seperti puasa adalah contoh ikhlash yang mudah difahami untuk diterapkan tips ini. Puasa hanya diketahui oleh Allah SWT dan dirinya sendiri. Dengan demikian, mari kita tingkatkan level keikhlasan kita dengan mencoba mengqiyaskan ibadah puasa dengan ibadah kita. Semoga kita bisa aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya,
23 Jumadil Ula 1447
atau
15 November 2025
m.mustain