
JAKARTA – Langit Jakarta menjadi saksi bisu kehangatan hubungan Indonesia dan Yordania pada Jumat, 14 November 2025. Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al Hussein, tiba, disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Lebih dari sekadar kepala negara, keduanya adalah sahabat yang telah lama menjalin persahabatan.
Sebagai bentuk penghormatan, beberapa jet tempur F-16 milik TNI AU mengawal kedatangan pesawat Raja Abdullah II saat memasuki wilayah udara Indonesia.
Hal serupa juga dilakukan Raja Abdullah II saat menyambut Presiden Prabowo di Amman, Yordania, beberapa bulan sebelumnya.
Perjalanan ke Istana: Simbol Persahabatan dan Kebanggaan
Dari Halim, Presiden dan Raja Abdullah II menaiki mobil yang sama menuju Istana Merdeka. Iring-iringan kendaraan melewati Monumen Nasional (Monas), simbol kebanggaan Indonesia, diiringi puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Merah Putih. Di sepanjang jalan, siswa-siswa sekolah melambaikan bendera Indonesia dan Yordania, menyambut kedatangan sang raja.
Setibanya di Istana Merdeka, upacara penyambutan kenegaraan digelar dengan khidmat. Lagu kebangsaan kedua negara berkumandang, disusul dentuman meriam sebanyak 21 kali.
Pertemuan Inti: Membahas Kerja Sama dan Isu Global
Usai upacara, Prabowo dan Raja Abdullah II saling memperkenalkan delegasi masing-masing, termasuk para menteri kabinet yang hadir. Keduanya kemudian menuju ruang kredensial untuk menandatangani buku tamu dan berfoto bersama. Setelah itu, pertemuan empat mata digelar secara tertutup di ruang kerja presiden, membahas berbagai isu penting terkait kerja sama bilateral dan isu-isu global.
Malam harinya, Presiden Prabowo menjamu Raja Abdullah II dengan makan malam kenegaraan di Istana Merdeka.
Lebih dari Sekadar Diplomasi: Persahabatan yang Teruji Waktu
Kunjungan ini terasa istimewa karena Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II telah bersahabat selama tiga dekade. Keduanya bertemu saat menjalani pelatihan militer bersama di Fort Benning, Amerika Serikat, pada tahun 1981. Saat itu, Prabowo adalah perwira muda Indonesia, sementara Raja Abdullah II masih berstatus pangeran militer Yordania.
Presiden Prabowo pernah mengungkapkan bahwa persahabatan mereka tumbuh secara alami karena kedekatan dalam latihan dan kesamaan nilai-nilai militer, seperti kedisiplinan, keberanian, dan loyalitas. “Raja Abdullah II adalah seorang prajurit sejati, seorang teman yang saya hormati sejak muda,” ujar Presiden Prabowo.
Komitmen untuk Kemanusiaan dan Perdamaian
Selain mempererat hubungan bilateral, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dunia dan memberikan dukungan kepada rakyat Palestina. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Indonesia akan terus berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Harapan untuk Masa Depan: Kemitraan yang Semakin Kokoh
Kunjungan Raja Abdullah II ke Jakarta diharapkan semakin memperkokoh kemitraan strategis antara Indonesia dan Yordania, serta memberikan kontribusi positif bagi perdamaian dan kemakmuran dunia.*Imam Kusnin Ahmad*
