
By : Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Judul artikel ini terinspirasi dari pepatah yang sangat masyhur, yakni ungkapan “إذا لم تُدرك كُلّه فلا تترك كُلّه” (Jika kamu tidak bisa meraih semuanya, maka jangan tinggalkan semuanya). Frasa ini jelas bukan hadits, melainkan pepatah atau hikmah dari para ulama atau ahli hikmah dalam tradisi Arab. Artikel ini menjelaskan maksud bahwa semangat meraih capaian kinerja tidak langsung harus sempurna.
Penjelasan pertama sekali lagi bahwa pepatah ini bukan hadits. Ungkapan ini tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits sahih seperti Shahih Bukhari, Muslim, atau lainnya. Tidak ada sanad (rantai periwayatan) yang mengaitkan perkataan ini kepada Nabi Muhammad ﷺ (Meta AI, 2025).
Point terpenting adalah penerapan sikap legowo atas capaian yang bisa diraih. Bukan semangat mendapatkan capaian sempurna berkurang bahkan hilang ketika nyatanya belum bisa meraih kesempurnaan yang diinginkan. Ketika kita sudah alokasikan upaya maksimum yang kita miliki, kemudian yang menentukan hasil adalah otoritas Tuhan. Sehingga ketika hasil belum sesempurna yang kita impikan ya itu kita terima dengan senang hati legowo.
Beda halnya apabila kita sudah berupaya tetapi belum menumpahkan semua kemampuan, ini yang membuat menyesal dan/atau putus asa. Contoh ketika mahasiswa hanya belajar rata-rata 8 jam/hari, padahal mampu 10jam/hari. Kasus inilah bisa mengakibatkan penyesalan atau putus asa lantaran hasil nilai ujian kurang baik, yang akibatnya bisa tidak mau menerima nilai hasil ujian tersebut.
Sering terjadi pada kasus suksesi pimpinan organisasi. Masing-masing kelompok berobsesi pingin memperoleh pucuk pimpinan. Karena pucuk pimpinan pasti hanya satu, maka kelompok lain harus legowo mau tetap membangun kebersamaan. Idealnya kepengurusan tetap mengakomodasi semua kelompok, sehingga kekuatan komunitas tidak terbuang.
Artikel ini lebih merupakan nasihat bijak buat kita semua yang diambil dari para ulama atau cendekiawan Islam. Hal ini untuk mendorong kita agar tetap mengambil manfaat meskipun tidak bisa memperoleh semua hal yang bersifat sempurna atau ideal yang kita inginkan.
Ada kalimat bijak secara umum, yakni:
“Jika kamu tidak bisa melakukan sesuatu secara sempurna, jangan tinggalkan semuanya. Lakukan sebisanya, karena sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali.”
Misalnya kalau belum bisa shalat lima waktu, jangan ditinggal semua—mulailah dari yang mampu. Kalau belum bisa menjalankan semua sunnah, setidaknya ambil yang bisa dikerjakan.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya,
16 Robiul Akhir 1447
atau
8 Oktober 2025
m.mustain
