Kuburan Keramat dan Tipu Daya Setan

By : Alawiyan.

Banyak kuburan yang dikeramatkan oleh sebagian masyarakat Indonesia di berbagai kalangan hingga konon ada cerita kuburan yang tidak bisa dibongkar oleh alat berat karena kesaktian karomah atau kekeramatan yang dikuburkan didalamnya. Cerita tersebut biasanya berkembang dari cerita demi cerita di tengah masyarakat.

Seandainya pun kuburan itu faktanya memang benar tidak dapat dibongkar oleh alat berat seperti backhoe, buldozer dll itu bukan berarti kuburan tersebut memiliki kesaktian atau karomah dalam arti khoriqul adat (kejadian luar biasa), tapi bisa jadi karena soal teknis atau karena ada kekuatan mahluk ghoib seperti kekuatan setan dari kalangan Jin yang memiliki kekuatan tidak nampak atau tidak kasat mata yang sengaja pasang badan melindungi kuburan tersebut dengan kekuatannya atau kesaktiannya dari garukan belalai Backhoe.

Atas kejadian tersebut, tujuan setan dari kalangan Jin itu sudah bisa ditebak, tujuannya untuk menyesatkan pikiran manusia agar mengira bahwa kuburan tersebut memiliki keramat atau karomah yg dapat memberikan kebarokahan, lalu lambat laun dijadikan wasilah tempat meminta agar hajat hidupnya dikabulkan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَالَ فَبِمَاۤ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَ قْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَا طَكَ الْمُسْتَقِيْمَ

“(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 16)

Padahal apalah artinya seonggok tanah kuburan ?, tidak akan memberi manfaat atau mudhorot apapun apalagi kebarokahan, apalagi mengabulkan doa. Paling-paling manfaatnya adalah uang kotak amal dari para peziarah. Singkatnya, yang sakti itu bukan kuburannya tapi kekuatan setan dari kalangan Jinnya yang sakti yang digunakan untuk menipu manusia agar menyimpang dari jalan Allah yang lurus hingga seolah olah kuburannya yang sakti penuh karomah dan kebarokahan.

Namun demikian, ziarah kubur tidak dilarang dalam Islam sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Saw agar ummat Islam menjadikan kuburan sebagai wasilah atau sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengingat kematian dan mengingat hari kebangkitan serta mendoakan yang telah wafat, dengan harapan agar hidup semakin lebih baik dan mantap dalam keimanan menuju kematian. Apalagi jika ziaroh kubur ke makam ulama, agar yang masih diberi kesempatan hidup terinspirasi oleh sejarah hidup ulama tersebut yang penuh dengan karya, hikmah dan amal sholih yang bermanfaat bagi ummat manusia.

Mencari wasilah sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah memang dianjurkan dalam agama, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْۤا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّـكُمْ تُفْلِحُوْنَ

_”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah (berjuanglah) di jalan-Nya, agar kamu beruntung.”_
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 35)

Ziarah kubur merupakan bagian dari sekian banyak wasilah karena memang anjuran Nabi Saw yang disunnahkan, selain itu banyak wasilah yang dianjurkan seperti amal sholih menyantuni anak yatim dan fakir miskin, sholat, puasa, zakat dsb. Maka kerjakanlah wasilah-wasilah tersebut dengan penuh mujahadah atau sunggguh-sungguh sesuai tata caranya sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah. Wallahu a’lam

@Alwiyan Rakjat Biasa