
Oleh : Zahra Azmi Mayvi Qonita dkk.
Tulisan ini merupakan “Resensi buku”
yang berjudul : “cerita rakyat nusa tenggara”
Penulis : Lilis W
Penerbit : CV. Sinar cemerlang abadi
Tahun : 2007
Jumlah halaman : 60 halaman
Ini adalah tugas mata kuliah bahasa Indonesia yang dibimbing langsung
Oleh : ust. Yahya Aziz S, Ag, M. PD.I. Dosen PIAUD FTK UINSA.
Para penulis kelompok 3, mereka yaitu:
1. Zahra Azmi mayvi qonita (06020925071)
2. Zahro El Nafisa ( 06020925072)
3. Zahwa Qothrotun nada assakinah(06020925073
4. Dilla Avril yunita(06030925064)
5. Adam putra Wijaya (06040925074)
6. Alya siroja muniroh ( 06040925075)
7. Davina nur Azizah (0604025076,)
1. La Wonca Kompo dan Tujuh Anak
Cerita tentang seorang gadis miskin nan cantik bernama La Wonca Kompo yang bermimpi jika dinikahi raja, ia akan memiliki tujuh anak. Kisah ini menekankan pada impian, harapan, dan takdir hidup.
2. Batu Golog
Menceritakan keluarga miskin bernama Amaq Lembain dan Inaq Lembain yang berjuang hidup sebagai buruh tani. Kisah ini menggambarkan kerasnya kehidupan masyarakat desa pada masa lampau.
3. Putri Mandalika (Nyale)
Kisah seorang putri cantik bernama Mandalika yang menjadi kebanggaan rakyat karena kecantikan, kebaikan, dan keramahannya. Dari cerita ini lahir tradisi Bau Nyale di Lombok.
4. Sepasang Lelampak
Berkisah tentang sepasang sandal ajaib milik raja yang dipercaya berasal dari kulit kerbau dan dapat berbicara. Cerita ini sarat dengan mitos dan kepercayaan masyarakat Lombok.
5. Kembang Ander Nyawe
Legenda bunga sakral yang hanya tumbuh di pegunungan tinggi Lombok, khususnya Gunung Butak dekat Rinjani. Bunga ini dianggap memiliki kekuatan spiritual sebagai tumbal.
6. Suri Ikun dan Dua Burung
Kisah dari Timor tentang seorang petani miskin dengan keluarga besar. Mereka berusaha menjaga ladang dari gangguan babi hutan. Cerita ini mengandung pesan tentang kerja keras dan kebersamaan dalam keluarga.
7. Kisah Dua Musang Bersaudara
Cerita tentang dua ekor musang yang selamat dari letusan Gunung Rinjani. Musang ini menjadi simbol dalam masyarakat Sasak dengan sebutan berbeda: borik (musang lurik) dan serateng (musang cokelat kehitaman).
Kelebihan Buku :
Mengangkat kekayaan budaya daerah Nusa Tenggara sehingga pembaca dapat mengenal warisan cerita rakyat dari wilayah tersebut.
Bahasa yang digunakan sederhana, sehingga mudah dipahami oleh pembaca, termasuk anak-anak.
Mengandung pesan moral yang bermanfaat untuk pendidikan karakter.
Dilengkapi ilustrasi yang menarik sehingga membuat pembaca lebih tertarik untuk mengikuti cerita.
Kekurangan Buku :
Informasi latar belakang cerita (seperti asal daerah atau sejarah) kurang dijelaskan secara mendalam.
Jumlah cerita relatif singkat sehingga pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak kisah mungkin merasa kurang puas.
Kesimpulan :
Buku Cerita Rakyat Nusa Tenggara layak dibaca oleh semua kalangan, terutama pelajar, karena selain menghibur juga menambah wawasan tentang kebudayaan Nusantara. Buku ini juga dapat menjadi sarana untuk menanamkan nilai moral dan melestarikan cerita rakyat agar tidak hilang ditelan zaman.
