بسم الله *Setiap Nikmat Ada Hasud*

بسم lلله الرحمن الرحيم

*Setiap Nikmat Ada Hasud*

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Ada pepatah dalam bahasa arab, yakni;

كُلُّ نِعْمَةٍ مَحْسُودَةٌ

“Setiap nikmat pasti dihasudi.”

Pepatah ini disupport oleh hadits riwayat Abu Dawud, yakni:

“إياكم والحسدَ، فإن الحسدَ يأكل الحسناتِ كما تأكل النارُ الحطبَ.”

“Jauhilah hasud, karena hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu”.

Hadits ini tertulis dalam kitab Sunan Abu Dawud, dengan nomor hadits 4258 atau 4903, tergantung pada edisi kitab. Hadits ini menekankan bahaya hasud dan dampaknya terhadap amal kebaikan. Rasulullah SAW mengibaratkan hasud seperti api yang membakar kayu bakar, yang dapat menghancurkan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan.

Pesan moral dari hadits ini adalah pentingnya menjauhi sifat hasud dan berusaha untuk membersihkan hati dari perasaan negatif tersebut, agar kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan tidak sia-sia (Meta AI, 2025).

Point besar artikel ini adalah betapa hasud yakni penyakit hati yang satu ini bisa merusak amal sholih kita. Sedangkan setan jelas menggunakan sarana hasud ini untuk mengotori dan merusak hati mukmin. Perlu diketahui bahwa setidaknya ada tiga level hasud. Pertama yang piling ringan adalah tidak suka bila ada suatu nikmat didapatkan pada seseorang, ingin bisa dihentikan. Kedua, ingin nikmat tersebut pindah pada dirinya yakni kepada orang yang hasud. Ketiga, yang paling jelek bahkan bisa mendekati murtad, adalah tidak bisa menerima ketentuan Allah SWT dengan pembagian nikmat tersebut.

Alhasil, betapa kita harus hati-hati terhadap terjangkitnya penyakit hasud ini. Ada bumbu penggoreng hasud ini adalah ketidak suka’an kita terhadap seseorang, sementara setan sangat suka menggunakan bumbu dis-like ini untuk mematangkan hasud. Ada solusi ampuh adalah menghapus bibit-bibit kecil ketidak suka’an kita kepada siapapun selain setan. Kita pasang prinsip “Siapapun dan/atau Apapun yang ada adalah aset kita”, kita tidak tahu keperluan atau kemanfaatan untuk kita di waktu ke depan. Dengan demikian kita berbaik sangka terhadap yang lain, insyaAllah embrio hasud akan semakin jauh aamiin.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya, 23 Robiul Awal 1447
atau
17 September 2025
m.mustain