بسم الله الرحمن الرحيم *Kerjakan Apasaja Semau Kita*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Sering kita kurang pas dalam memahami hadits ini,

“اعمل لدنياك كأنك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنك تموت غدا”

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Abdullah bin Umar RA, dan juga disebutkan dalam kitab-kitab hadits lainnya dengan sedikit perbedaan redaksi. Namun, makna dan pesan yang disampaikan tetap sama, yaitu tentang pentingnya keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam hadits ini, Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada umatnya untuk hidup seimbang antara mengejar kepentingan dunia dan akhirat. Kita harus bekerja keras untuk kehidupan dunia seakan-akan kita akan hidup selamanya, namun juga harus mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat seakan-akan kita akan mati besok. Dengan demikian, kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijak dan seimbang (Meta AI, 2025).

Letak kekurangannya tentang bekerja kepentingan dunia adalah terkesan mementingkan hasil sebanyak mungkin untuk bekal hidup selamanya. Padahal yang benar adalah bukan konsentrasi hasil sebanyak mungkin, sebab rizqi adalah urusan Allah SWT. Perihal yang paling patut menjadi perhatian dalam bekerja untuk urusan dunia adalah dalam mengatur waktu. Ada waktu-waktu yang baik untuk bekerja yang sudah digariskan oleh Al-Qur’an, secara umum siang untuk bekerja dan malam untuk istirahat. Yang lebih penting adalah ketika mendengar seruan adzan harus menjawab dan mendatangi. Tidak malah menganggap gangguan kerja na’udzu billah.

Kembali ke hadits yang dibahas ini, menseimbangkan kepentangan dunia dan akhirat bukan berarti harus memberi porsi waktu yang sama. Logika sehat mengatakan, harus memberikan porsi waktu dan tenaga untuk kepentingan akhirat lebih banyak. Hal ini karena harga kepentingan akhirat jauh lebih mahal. Alhasil, misalkan dalam kondisi serius bekerja tidak terasa waktu sholat tiba dan mendengar suara adzan, maka harus segera menjawab dan mendatangi tempat jama’ah yang mengumandang adzan tersebut.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Ngapunten suwun
🙏🙏🙏

Surabaya, 22 Robiul Awal 1447
atau
14 September 2025.
m.mustain