
Prof mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Pasangan perintah bersyukur adalah kepada Allah SWT dan kepada kedua orang tua. Artikel ini menjelaskan bagaimana letak tekanan untuk bersyukur itu.
Terinspirasi dari bacaan lengkap i’tidal yang bersumber dari HR Imam Muslim, tentang memuji yang merupakan ekspresi dan penyampaian sikap bersyukur, yakni:
“سَمِعَ اللَّهُ لِمَن حمِده، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ”
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya, Ya Tuhan kami, bagi-Mulah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.”
Point besar hadits ini adalah meningkatkan rasa harusnya bersyukur dengan mengerti karunia Allah SWT dari lafal yang tertera. Lafal puji sepenuh langit dan bumi (dimensi ruang dengan tanpa batas, sebab ilmuwan belum bisa menentukan batas langit atau tak berhingga). Serta puji sepenuh sesuatu yang Allah kehendaki dan setelahnya (dalam dimensi waktu mulai Allah berkehendak sampai yang akan datang dengan tanpa batas atau tak berhingga).
Ini artinya di setiap titik dalam alam/dimensi ruang yang tak berhingga ini memuji kepada Allah SWT. Lebih jauh di setiap titik sekecil apapun adalah makhluq Allah SWT. Demikian juga sekecil apapun satuan waktu, juga makhluq dan harus bersyukur. Dengan prinsip dasar bahwa setiap ciptaan Allah SWT adalah bersyukur lantaran telah diciptakan berdasar karunia. Alhasil kita lebih bisa menghayati dengan bacaan tersebut ketika i’tidal, bahwa betapa besar karunia dan rahmat Allah SWT. Dengan demikian kita bisa jauh lebih bisa menghayati ketika kita memahami kenyataan ini.
Adapun dalil pasangan bersyukur kepada Allah SWT dan kedua orang tua adalah Qs Lukman ayat 14, yakni;
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي
وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kamu kembali.”
Betapa besar kasih sayang kedua orang tua terhadap kita. Sungguh jasa orang tua sangat besar terutama ibu. Bagaimana melahirkan dan membesarkan kita. Maka, mari kita tingkatkan bakti kita kepada kedua orang tua kita masing-masing.
Semoga manfaat barokah slamat aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 15 Robiul Awal 1447
atau 8 September 2025
m.mustain
