
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Ketika berqiyaskan pada jihad besar dan jihad kecil, maka lafal merdeka juga ada merdeka besar dan merdeka kecil. Jihad dan merdeka ini terhubung dengan dzohir dan bathin. Justru kedua lafal jihad dan merdeka tersebut dalam kategori kecil ada pada medan atau lahan dzohir. Sedangkan kategori besar terdapat pada medan bathin. Artikel ini merinci keberadaan Jihad akbar dan apa saja yang pada medan atau lahan bathiniah.
Ada hadits yang meskipun dloif atau lemah tetapi sudah tidak asing di telinga kita, yakni berbunyi:
> رَجَعْنَا مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ
“Kita baru saja kembali dari jihad kecil menuju jihad yang lebih besar.”
Lalu para sahabat bertanya: “Apa jihad yang lebih besar itu?”
Rasulullah ﷺ menjawab: “Jihad melawan hawa nafsu.”
Hadits ini disebutkan oleh Imam al-Bayhaqi dalam Zuhd al-Kabir, namun sanadnya lemah (dhaif). Juga oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dan Al-Iraqi menyebutkan bahwa hadits ini lemah.
Walaupun hadits ini tidak shohih, maknanya secara moral benar. Dalam Islam, melawan hawa nafsu dan memperbaiki diri merupakan perjuangan utama setiap muslim. Para ulama dan sufi sering menekankan pentingnya mujahadah an-nafs (perjuangan melawan diri sendiri) sebagai bentuk jihad terbesar dalam kehidupan sehari-hari.
Alhasil, hadits “jihad akbar adalah jihad melawan hawa nafsu” adalah lemah secara sanad, tetapi mengandung pesan moral yang baik. Hal ini tidak pas bila dijadikan landasan hukum, tetapi boleh dijadikan motivasi pribadi untuk memperkuat ibadah dan akhlaq. (ChatGPT).
Kembali pada analogi MERDEKA terhadap JIHAD, maka merdeka besar berarti bebas atau menang dari gangguan atau melawan syaitan dan mampu mengendalikan nafsu. Karakter jelek yang menjadi lahan ajakan syaitan adalan bermuara pada sombong (terbesarnya syirik) dan tamak-hasud (terbesarnya tidak menerima ketentuan Allah SWT). Merdeka besar ini adalah merdeka bersifat bathiniyah bagi setiap manusia.
Dengan demikian mari kita merdekakan diri kita dan keluarga kita dari aspek bathiniyah ini, sebab justru hakekatnya kemerdekaan ini yang akan menyelamatkan kehidupan kita di dunia sampai akhirat. Semoga demikian aamiin.
Surabaya, 22 Shofar 1447 atau 15 Agustus 2025
m.mustain
