
Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (10/8) digelar. Jamaah Jatma Aswaja dan para menteri juga hadir. Hanya Presiden Prabowo. Panglima TNI dan Kapolri tidak datang. Mengapa? Berikut ini Laporan Pemred menaramadinah.com Drs. Husnu Mufud, M PdI :

Acara Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara yang diadakan Jatma Aswaja digelar di Masjid Istiqlal Jakarta tadi malam. Para menempati lantai satu dan dua berpakaian putih dengan khidmat.
Mereka datang sejak sore dari Jakarta dan berbagai daerah luar daerah. Seperti. Solo, Cirebon, Boyolali, Purwakarta. Bekasi, Tangerang dan kota lainnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin dan Pimpinan Hatma Aswaja Habib Luthfi datang lebih awal pukul 20.00 wib.
Kedatangannya langsung disambut dengan hangat oleh jemaah yang sudah hadir di Masjid Istiqlal.
Sedangkan sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih hadir seperti Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Merteri ATR Nusron Wakhid. Para Menteri ini merupakan teman baik Habib Lutfi bin Yahya.
Selain itu, hadir pula tamu-tamu dari negara sahabat, mulai dari Mufti Rusia Arif Sultan Magomedov, Menteri Wakaf Mesir Usamah Sayyid Al-Azhari, hingga Menteri Besar Selangor Dato’ Seri Aminudin.
Habib Lutfi bin Yahya juga mengundang tokoh lintas agama yang turut diundang, mulai dari tokoh agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Sehingga jumlah yang hadir semakin banyak.
Seluruh undangan yang hadir menyaksikan dengan antusias ikrar bela negara dan pengukuhan pengurus Jam’iyyah Ahluth Thoriqoh Mu’tabaroh Aswaja (JATMA ASWAJA).
Mereka sangat berharap akan kedatangan Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan Kapolri. Tapi sayangnya hingga diakhir acara tidak datang. Padahal foto telah dipasang di Flayer.
Para jamaah Jatma Aswajah dan semua yang hadir menilai kurang sempurna perhelatan Zikir Kebangsaan dan Ikrar Bela Negara ini. Tanpa kehadiran Presiden Prabowo tidak hadir bersama Panglima TNI dan Kapolri.
“Seandainya Presiden Prabowo bersama Panglima TNI dan Kapolri hadir akan lebih sempurna. Mengingat ini acara Zikir Kebangsaan dan ada pengukuhan pengurus Jatma Aswaja ,” ujar banyak jamaah yang hadir.
Sementara diluar Masjid Istiqlal menilai tidak hadirnya Presiden Prabowo dan Panglima TNI dan Kapolri menunjukkan pengaruh Habib Lutfi bin Yahya telah memudar.
Presiden Prabowo tidak hadir khawatir kehilangan dukungan dari PBNU dan warga Nahdliyin. Mengingat PBNU punya Banom Idaroh Aliyah Jatman.
Selain itu, Presiden Prabowo sudah tidak bergandengan dengan para Habib Ba’alawi sejak Pemilihan Presiden tahun lalu. Apalagi status Gabib Lutfi bin Yahya sebagai zuriah Nabi Muhammad diragukan oleh PWI LS.
