
Sidoarjo, Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) melakukan kunjungan resmi ke Rumah Sakit Sidoarjo Barat (RS SIBAR) sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring rumah sakit pendidikan dan mempererat kerja sama strategis dalam penguatan pendidikan klinik mahasiswa profesi dokter.
Rombongan FK UWKS yang hadir dipimpin langsung oleh Dekan FK UWKS, Dr. dr. Harry Kurniawan Gondo, Sp.OG (K.FM), SH., M.Hum, didampingi oleh jajaran dekanat, Ketua Program Studi Profesi Dokter, dan Sekretaris Program Studi. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Direktur RS Sidoarjo Barat, dr. Abdillah Segaf Al Hadad, MM, bersama jajaran manajemen rumah sakit, termasuk Wakil Direktur Umum dan Pendidikan, dr. Syamsu Rahmadi, Sp.S., M.Kes, serta para dokter klinis dan koordinator pendidikan.
Dalam sambutannya, Dekan FK UWKS menyampaikan bahwa pendidikan kedokteran harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan sistem layanan kesehatan yang dinamis. Rumah sakit tipe C seperti RS SIBAR, yang melayani populasi luas dengan spektrum kasus yang representatif, dinilai sangat relevan sebagai wahana pembelajaran klinik yang kontekstual dan membumi. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari strategi FK UWKS untuk mencetak dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan profesionalisme tinggi.
“Kolaborasi ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan kurikulum, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menyiapkan dokter yang profesional, humanis, dan adaptif terhadap tantangan kesehatan nasional,” ujar dr. Harry. Ia menambahkan, kerja sama ini juga menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menjawab tantangan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) yang menuntut kesiapan dokter menghadapi masalah kesehatan primer dan komunitas.
Kegiatan kunjungan dilanjutkan dengan diskusi hangat bersama tim dokter pendidik klinis dan peninjauan langsung fasilitas layanan di RS SIBAR. Dari ruang IGD, rawat inap, poliklinik, hingga laboratorium penunjang, seluruh lini pelayanan dinilai telah memenuhi standar untuk mendukung kegiatan pembelajaran mahasiswa kedokteran. Para dokter muda nantinya diharapkan tidak hanya belajar keterampilan klinis, tetapi juga memahami proses alur rujukan, manajemen pasien, dan pentingnya komunikasi dokter pasien dalam konteks pelayanan publik.
Sementara itu, Direktur RS SIBAR, dr. Abdillah Segaf, menyambut baik kerja sama ini. Ia menyampaikan kesiapan institusinya untuk menjadi bagian dari sistem pendidikan kedokteran. “Kami percaya bahwa kehadiran mahasiswa profesi tidak hanya memperkaya dinamika pelayanan di rumah sakit, tetapi juga menjadi motivasi bagi tenaga kesehatan untuk terus tumbuh bersama dalam suasana akademik,” ujarnya.
Kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen teknis, penyelarasan kurikulum pembelajaran klinik, serta pelatihan bagi para dokter pendidik. Dengan demikian, keberlangsungan dan mutu pendidikan akan tetap terjaga, sekaligus memberikan manfaat bagi rumah sakit, mahasiswa, dan masyarakat luas.
Sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit layanan ini diharapkan memperkuat mutu pembelajaran klinis dan mencetak lulusan dokter yang siap mengabdi di berbagai lini pelayanan kesehatan dalam semangat kolaborasi, pengabdian, dan profesionalisme.(*Sukma Sahadewa)
