
nganjuk.menaramadinah.com — Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan terus menjadi sorotan. Salah satunya melalui seminar bertajuk Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penulisan Jurnal Ilmiah, Kendala, dan Etika Bagi Guru SMP Muhammadiyah Se-Kabupaten Nganjuk yang digelar pada Jumat, 11 Juli 2025. Seminar ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB dan berlangsung dengan penuh antusiasme.
Kegiatan ini terselenggara atas dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Ponorogo sebagai bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2025. Tim pengusul dalam kegiatan ini adalah Muhammad Lukman Syafii, S.Pd., M.Pd., Tegoeh Hari Abrianto, S.E., M.M., dan Munirah, S.Kom., M.T. Dalam pemaparannya, Muhammad Lukman Syafii, S.Pd., M.Pd., selaku narasumber utama, menyampaikan materi dengan penuh semangat.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam penulisan karya ilmiah, khususnya jurnal ilmiah. Menurutnya, karya ilmiah sudah sepatutnya menjadi bagian dari aktivitas para guru, termasuk guru di tingkat SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Namun, Lukman menyoroti fakta di lapangan bahwa masih banyak guru swasta bersertifikasi yang belum tergerak untuk menulis jurnal ilmiah. “Ironisnya, dosen-dosen di perguruan tinggi swasta saja aktif meneliti dan menerbitkan jurnal. Sudah semestinya guru swasta bersertifikasi juga memiliki semangat yang sama, apalagi hal ini menjadi bagian dari syarat untuk kenaikan pangkat, seperti dari golongan III/a ke III/b dan seterusnya,” ungkapnya.
Lukman juga menegaskan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi komunitas pendidikan Muhammadiyah, khususnya Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) di masing-masing wilayah. Ia berharap hasil seminar ini dapat diteruskan hingga ke Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM), Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM), bahkan hingga ke Pengurus Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah).
Tak hanya itu, ia juga berharap aspirasi ini dapat sampai ke Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mukti, Ph.D., yang juga merupakan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Semoga AI bisa menjadi jembatan bagi para guru untuk lebih produktif menulis, sekaligus menjadi bagian dari gerakan literasi akademik di lingkungan Muhammadiyah,” pungkas Lukman.
Seminar ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Diharapkan, setelah seminar ini, para guru mampu memanfaatkan AI secara bijak dan etis untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Nganjuk. Muhammad Lukman Syafii dan tim.
