
BANDUNG – Arema FC ditahan imbang oleh tim Liga Indonesia All Star 2-2 dalam laga babak penyisihan grup A turnamen pramusim Piala Presiden 2025 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa sore, 8 Juli 2025.
Arema FC sempat unggul 0-2 , tapi dua gol penalti Witan Sulaiman dan Septian David Maulana membuat laga berakhir imbang 2-2.
Dua gol Arema dicetak Salim Akbar Tuharea pada menit ke-18 dan Dedik Setiawan pada menit ke-65. Sementara itu, dua gol Liga Indonesia All-Star dicetak melalui titik putih masing-masing oleh Witan Sulaiman pada menit ke-72 dan Septian David Maulana pada menit ke-83.
Hasil imbang ini membuat Tim berjuluk Singo Edan, kini menempati peringkat kedua klasemen Grup A dengan mengemas satu poin dari satu pertandingan yang dijalani.
Sedangkan tim Liga Indonesia All Star kini menempati peringkat ketiga klasemen Grup A dengan mengoleksi satu poin dari dua pertandingan yang dilakoni.
Jalannya Pertandingan.
Pada babak pertama, Arema FC lebih menguasai pertandingan. Johan Alfarizi dan kolega mampu melakukan penguasaan bola lewat operan-operan pendek. Pada menit ke-17, Arema FC mendapat peluang nyaris gol melalui Dalberto Luan Belo yang berhasil lolos dari perangkap opside bek Liga Indonesia All-Star. Namun, sepakan keras Dalberto belum menemui sasaran dan hanya melewati mistar gawang Liga Indonesia All-Star.
Tak mau ketinggalan dari segi penguasaan bola, para pemain Liga Indonesia All-Star mulai mampu mengimbangi tekanan Arema. Laju bola lebih banyak bergerak di sektor tengah lapangan.
Pada menit ke-15 Arema lagi-lagi mendapat peluang manis tapi gagal dikonversi menjadi gol. Umpan pendek yang diberikan Paulo Moccelin kepada Johan Alfarizi kemudian diselesaikan menjadi sebuah umpan silang. Dalberto yang berada di depan gawang, menyambar umpan tersebut dengan sundulan, tapi bola hasil sundulan masih melambung di atas mistar gawang Liga Indonesia All-Star yang dikawal oleh Kurniawan Kartika Ajie.
Pada menit ke-18, Arema FC akhirnya berhasil unggul melalui sepakan Salim Akbar Tuharea. Semula gol tersebut dianulir karena hakim garis mengangkat bendera tanda offside. Namun, setelah pemeriksaan video assistant referee (VAR), ternyata posisi Salim tidak offside dan gol pun sah. Arema FC unggul 0-1 atas Liga Indonesia All-Star.
Pada menit ke-23, giliran Liga Indonesia All-Star yang mendapat gol lewat sundulan Irkham Zahrul Mila setelah mendapat umpan silang dari Riski Afrisal. Namun, gol tersebut dianulir karena Irkham terperangkap offside.
Pada menit ke-33, Rizky Dwi Febrianto mengirim bola ke depan gawang Arema, tapi umpan tersebut mampu dipotong kiper Arema Lucas Henrique Frigeri. Peluang Liga Indonesia All-Star untuk bisa menyamakan kedudukan pun kandas.
Pada akhir babak pertama, Liga Indonesia All-Star mendapat peluang lewat tendangan bebas. Rizky Dwi yang mengambil tendangan bebas mampu melepaskan tendangan keras yang mengarah ke gawang Arema, tapi Frigeri mampu menahan tendangan tersebut. Hingga babak pertama berakhir, skor 0-1 keunggulan Arema atas Liga Indonesia All-Star bertahan sampai wasit membunyikan peluit panjang tanda laga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Arema FC dan Liga Indonesia All-Star silih berganti menyerang satu sama lainnya. Beberapa peluang diciptakan kedua kesebelasan, tapi gol tambahan tak kunjung lahir. Memasuki menit ke-60, Liga Indonesia All-Star keluar menekan. Namun, rapatnya barisan pertahanan Arema, membuat Riko Simanjuntak dan kawan-kawan kesulitan menembus benteng pertahanan Singo Edan.
Pada menit ke-61, Witan Sulaiman mengeksekusi tendangan bebas, tapi sepakan keras Witan masih bisa ditangkap Frigeri. Satu menit berikutnya, giliran Arema yang nyaris menggandakan keunggulan melalui Paulo Moccelin. Namun, Kurniawan Kartika Ajie sigap menutup ruang tembak Moccelin.
Keasyikan menyerang, Liga Indonesia All-Star harus kebobolan untuk kedua kali melalu skema serangan balik cepat Arema. Dendy Santoso memberikan umpan pendek ke Moccelin di sebelah kanan penyerangan Arema. Moccelin langsung mengirim umpan pendek ke Dedik Setiawan yang langsung melepaskan tendangan akurat ke gawang Liga Indonesia All-Star. Pada menit ke-65, jala gawang Kurniawan Kartika Ajie bergetar terhantam bola sepakan Dedik. Arema unggul 0-2 atas Liga Indonesia All-Star.
Pada menit ke-72, Witan Sulaiman dilanggar di dalam kotak penalti Arema. Wasit Naufal Adya Fairuski, menghentikan laga dan berlari ke arah layar video VAR untuk mengecek apakah Witan banar dilanggar pemain belakang Arema. Wasit berlari dari luar lapangan sambil menunjuk titik putih, pertanda skuad Liga Indonesia All-Star mendapat hadiah penalti. Witan yang mengambil eksekusi penalti dengan tenang mengarahkan bola ke tengah.
Pada menit ke-83, Liga Indonesia All-Star mendapat hadiah penalti lagi setelah Hansamu Yama Pranata dilanggar pemain belakang Arema di dalam kotak penalti. Kali ini, giliran Septian David Maulana yang berhasil menjebol gawang Frigeri lewat titik putih. Gol penyama kedudukan lahir pada menit ke-86.
Hingga laga usai, skor imbang 2-2 bertahan di papan skor Stadion Si Jalak Harupat. Kedua kesebelasan harus puas berbagi poin dalam laga tersebut.
Arema dan Liga Indonesia All Star kini juga sama-sama masih memiliki peluang untuk lolos ke babak final atau ke laga perebutan peringkat ketiga Piala Presiden 2025.
Pada pertandingan selanjutnya Arema akan menghadapi Oxford United, Kamis (10/7) mendatang.
Susunan Pemain
Liga Indonesia All Star: Kartika Ajie (PG); Arif Satria (C), Komang Tri, Yusuf Meilina, Rizky Dwi; Bayu Otto, Rosad Setiawan, M Taufany; Eksel Runtuka, Irkham Mila, Riski Afrisal.
Arema FC: Lucas Prigeri (PG); Odivan Koerich, Julian Guevara, Thales Lira, Johan Alfarizie (C), Bayu Setiawan; Jayus Hariono, Valdeci Moreira; Dalberto, Paulinho, Salim Tuhaera.
*Imam Kusnin Ahmad*
