
Nganjuk.menaramadinah.com Suasana Sentono Kacek di Pace Kulon, Pace, Kabupaten Nganjuk tampak sangat ramai pada Jum’at pahing(4/7/2025),dipenuhi warga masyarakat setempat yang hadir untuk mengikuti acara slametan bersih desa atau nyadran.
Sebelum slametan di Sentono Kacek,terlebih dahulu digelar kirab tumpeng agung dari balai desa menuju lokasi slametan. Rombongan kirab terdiri dari para perangkat desa,tokoh masyarakat,reog,para penari,grup drum band,dan pengusung tumpeng nasi kuning dan hasil bumi( tanaman pertanian,buah-buahan,dan dan sayur mayur) yang secara filosofis melambangkan kemakmuran dan rasa syukur terhadap karunia yang telah diberikan Tuhan yang maha esa.
Di sepanjang jalan,warga masyarakat Pace Kulon menyaksikan dengan antusias jalannya kirab tumpeng agung sambil mengambil video dan foto dari ponsel.
Kegiatan bersih desa berlangsung lancar dan tertib berkat kerja sama semua pihak dan para warga Pace Kulon bergotong-royong mempersiapkan dan menyemarakkan rangkaian bersih desa,ada istighotsah,khotmil Qur’an,manggulan,kirab tumpeng agung,dan pengajian Jantiko Mantab.
Untuk slametan bersih desa yang dipimpin Modin Nur Kholik dipusatkan di Sentono Kacek yang merupakan pesarean atau makam Kanjeng Raden Tumenggung Hirosroyo beserta istrinya.Di abad ke-17, Kanjeng Raden Tumenggung Hirosroyo menjabat sebagai adipati pertama Kadipaten Pace sebagai bagian dari wilayah Kesultanan Mataram Islam yang kala itu dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Kiprah lain dari Kanjeng Raden Tumenggung Hirosroyo adalah sikapnya yang anti penjajah,ikut serta menentang VOC.
Jadi,bersih desa ini juga mengandung aspek historis yang bernilai signifikan untuk mengingat peranan dan perjuangan tokoh yang telah merintis wilayah,khususnya di Pace Kulon.
Menurut Kades Pace
Kulon,Mujiati,S.Pd,bersih desa adalah sebuah tradisi leluhur yang harus dilestarikan keberadaannya.”Bersih desa atau nyadran ini merupakan tradisi leluhur yang harus dijaga kelestariannya,harus tetap eksis,sebagai khazanah budaya nusantara.Semoga warga masyarakat Pace Kulon senantiasa guyub rukun, tenteram, gemah ripah loh jinawi,baldatun thoyibatun warabbun Ghofur, ” ujarnya.
*kontributor: Bro-J.menaramadinah Anjuk Ladang*
