
Jakarta-menaramadinah.com-com.Hari Ulang Tahun Kota Jakarta yang ke-498, kembali diperingati dalam sebuah acara spiritual dan budaya bertajuk.
Dimeriahkan dengan “Bedah Literasi & Haul Pangeran Tubagus Angke (Ki Gede Bagus Angke)” berlokasi di Masjid Jami’ Angke Al-Anwar, Kelurahan Angke, Jakarta Barat. Dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama di Makam Keramat Ki Gede Bagus Angke.
Dengan mengangkat tema, “Dengan Hati yang Ikhlas, Keberkahan Terpancarnya Kebersamaan, Memperkuat Persaudaraan, Membentuk Insan yang Mulia”, acara ini menyatukan nilai-nilai literasi sejarah, kebudayaan, dan spiritualitas masyarakat Jakarta, khususnya.
Hadir sebagai pembicara utama dalam sesi bedah literasi, Pangersa Raden Agus Al Imron Al Bantani Al Jakarta (Dewan Pembina Majelis Angke Jayakarta II, Shohibul Ijazah Ratib Kamilah Nusantara, dan Dewan Pakar Majelis Adat Kerajaan Nusantara).
Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh lintas wilayah dan lembaga adat antara lain :
- Pangeran Adipati Raja Barik Barlian Suro Wiyoto, S.H., M.H. – Pemangku Adat Keraton Jipang, Cepu Blora.
- Tubagus Mogi Nurfadhil Satya Tirtayasa – Ketua Umum Robithoh Babab Kebantenan, Lembaga Kekancingan Babad Kesultanan Banten.
- Raden Muhammad Irfanata Diharja Mertakusuma – Sohibul Maqom Keramat Ki Gede Bagus Angke.
- Abah H. Maung Hercules Rosario Marshal – Ketua Umum GRIB Jaya.
- Bunda Fahira Idris – Anggota DPD RI, Ketua Umum Bang Japar.
- KH. Ahmad Mukhlis Fadil – Ketua DPW PWILS DKI Jakarta, Pimpinan Ponpes Al Sholihin Al Abror.
- Firmansyah, S.E., M.M. – Lurah Angke.
- H. Yustiar – Sesepuh Angke Kecamatan Tambora.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyerahan dokumen Silsilah Nasab dari Lembaga Kekancingan Babad Kesultanan Banten kepada Sohibul Maqom Keramat Ki Gede Bagus Angke, Raden Muhammad Irfanata Diharja Mertakusuma.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Tubagus Mogi Nurfadhil Satya Tirtayasa sebagai simbol penghormatan atas amanah penjagaan maqom, serta pengakuan terhadap garis keturunan yang masih lestari hingga kini.
Dalam momen tersebut, KH. Ahmad Mukhlis Fadil pimpinan ponpes As Sholihin AlAbror dan juga pimpinan DPW PWI-LS DKI Jakarta turut mendampingi dan berfoto bersama, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan spiritual warisan para wali dan ulama besar Nusantara.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Ratib Kamilah, pembacaan manaqib, tausiyah sejarah, hingga ziarah bersama di kompleks makam. Semangat kebersamaan dan cinta terhadap warisan leluhur terasa kuat di antara para jamaah yang hadir.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Jakarta sebagai kota metropolitan masih memiliki akar budaya dan spiritual yang kuat, serta terus berupaya membangun jembatan antara nilai sejarah, agama, dan persaudaraan
