
Prof. Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Aktifitas hidup dan kehidupan manusia ini yang benar adalah menyembah dan mohon pertolongan. Sebenarnya termasuk juga makhluq yang lain selain manusia. Menyembah karena menemukan fungsi atau manfaat hidup dan kehidupan. Sedangkan mohon pertolongan karena terlalu banyak perihal yang tidak diketahui di masa yang akan datang.
Ketika kita menganalogkan atau mengqiyaskan dengan keberadaan produk dari sebuah pabrik, maka pabrik yang menghasilkan produk itu pasti telah menentukan fungsi atau manfaat yang dikehendaki. Contoh produk mobil, sudah pasti pabrik menentukan fungsi dan manfaatnya yakni untuk transportasi. Demikian juga manusia diciptakah oleh Allah SWT juga telah ditetapkan fungsi dan manfaatnya yakni mengabdi atau menyembah. Jadi sudah jelas benar bahwa aktifitas utama manusia adalah menyembah kepada Dzat Pencipta yakni AlKholiq. Ada ayat yang sangat relevan yakni, QS Adz-Dzariyat: 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
Kemudian kedua, manusia harus mohon pertolongan, tentu juga kepada Sang Pencipta. Perlu diketahui bahwa, keberadaan manusia sebagai produk Pencipta ini sangat tidak stabil. Hal ini sebab memiliki kondisi ketidaktahuan keadaan pada yang akan datang, baik yang dekat maupun yang jauh apalagi setelah mati.
Kita bayangkan apabila Allah SWT sebagai Pencipta dan Pengatur kehidupan ini, mengurangi kecepatan rotasi bumi atau menghentikan dari kondisi berputar seperti sekarang ini, maka pola pergerakan siang malam akan berubah. Akan lebih drastis lagi bila rotasi bumi diberhentikan maka kita tidak akan bisa hidup di permukaan bumi, melainkan akan berterbangan tertarik oleh planet-planet terdekat.
Dengan demikian kontek manusia harus mohon pertolongan adalah sangat tepat/presesi. Perihal ini juga ada dalil yamg sangat cocok, yakni QS Al-Fatihah: 5
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”
Alhasil, point besar artikel ini adalah kita baik ilmuwan atau yang belum ilmuwan, harus menyadari sesadar-sadarnya bahwa kita hidup untuk beribadah atau menyembah Allah SWT. Berikutnya kita tidak boleh sombong harus tetap mohon pertolongan kepada Allah SWT sebagai pengatur kehidupan ini. Semoga kita bisa selalu meningkatkan ibadah kita dan selalu mohon perlindungan kepada Allah SWT Allahumma aamiin.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
Surabaya, 12 Dzulhijjah 1446 / 8 Juni 2025
m.mustain
