Faktor Permodalan Selalu Menjadi Kendala Pengembangn Dunia Usaha.

Oleh : Moch Agus Slamet, SE, MM Wapemred menaramadinah.com.

Pengembangan usaha baru dari para anggota asosiasi layak di bantu dan di fasilitasi.Hal ini di sampaikan penulis yang juga selaku wakil ketua asosiasi pengusaha Indonesia, Kabupaten Blitar usai menjalankan sholat ashar berjama ah di sore hari ini.

Semangatnya yang terus gila untuk selalu mengembangkan usaha baru guna menopang kalau salah satu dari sekian usahanya terpuruk agar bisa tetap eksis menjadi terbukti adanya.Kesempatan bertemu dengan pelaku usaha yang secara riil pendapatan yang di dapat jauh dari rata rata,akan tetapi usaha tersebut amat sangat sulit di audit oleh lembaga keuangan utamanya dalam pengajuan permodalan, sehingga menjadikannya ingin mencari alternatif usaha yang bisa di lirik oleh dunia perbankkan.

Sektor usaha perdagangan kebutuhan pokok adalah alternatif tepat kalau itu yang bisa di bidik, mengingat perputaran usaha akan terjadi secara rutin setiap hari dan bisa di pastikan terjadi transaksi.

Terdatanya dalam sebuah nota, terkumpulnya dana masuk yang langsung masuk rekening tabungan adalah sebuah point tersendiri di mata lembaga keuangan.Bidikan usaha riil dan bedah pasar yang dituju sudah terpetakan dengan baik dan benar,biasanya akan muncul permasalahan baru di sektor permodalan.

Hal hal semacam ini asosiasi harus bisa hadir untuk memecah kebuntuan permodalan,dengan bisa mengakseskan di kolega lembaga keuangan dengan sedikit”memaksa” agar di cairkan kebutuhan modal,mengingat secara kelayaan usaha belum bisa di efaluasi mengingat masih dalam taraf akan mengawali usaha.

Keseriusan asosiasi profesi dalam pasang badan demi tumbuh kembangnya para wirausaha wirausaha baru ini,harus di imbangi dengan kejujuran,keuletan dalam bekerja dan profesionalitas yang tinggi agar tidak mengecewakan yang sudah berbuat demi kemajuan usahanya plus jangan juga sampai terjadi ” layu sebelum berkembang”. Bagaimana tanggapan anda.?