Bercengkerama dengan Suguhan Pohong Bakar Wong Gunung

Kediri-Menaramadinah.com Rabu Pahing, 20 Juli 2022, Menikmati singkong bakar bersama keluarga di malam hari, asik dan nikmat.

Teras rumah Siti Rowiyah, di Dsn. Sumbergayam, Ds. Kepung, kec. Kepung, Kab. Kediri, selalu ramai oleh anak, adik-adik nya beserta keluarga. Juga adik ipar dan keponakan juga cucu pertama nya. Liya si centil yang comel.
Liya si comel ini selalu menjadi hiburan yang menyenangkan dan membuat rindu semua orang se keluarga besar nya Siti Rowiyah.

Sri Lestari, salah satu anggota keluarga mengatakan singkong bakar ala Wong Gunung malam ini rasa nya gurih sekali.
Sementara itu Imam Mansur, mengakui bahwa singkong bakar yang di bungkus daun pisang itu mengeluarkan aroma yang khas, mengudang selera.

Ngobrol-ngobrol selepas sholat Isa’ keluarga Rowiyah ini sudah menjadi kebiasaan kelurga sejak dulu, dari Mbah Buyut nya, ya bercengkerama dengan anggota keluarga, bahkan anak-istri semuanya diajak berkumpul, bercengkerama, ‘gayeng’ sekali. “Ada camilan, apa saja, seperti malam ini ‘pohong bakar ala wong gunung’ nikmat sekali” ungkap Sri Lestari.

Siti Munasiroh, yang turut menikmati pohong bakar menjelaskan bahwa cara membakar pohong tersebut sebagai berikut: pertama Kupas pohong dan cuci bersih, kedua siapkan peralatan oven, letakkan pohong di atas tempat pembakar dalam oven, tutup oven dan nyalakan gas, tunggu 15 menit jika sudah mengeluarkan bau harum pohong bukak tutup nya dan di balik posisi nya agar matang nya merata. Ketiga jika suka agak ‘gosong’ balik sekali lagi pohong nya, dan terakhir angkat pohong dari oven pembakar letakkan di atas daun pisang serta potong-potong lah sesuai selera, bungkus dengan daun pisang selagi panas, maka tak lama bau harum khas daun pisang.

Sambil menikmati pohong bakar dan kopi hitam malam ini keluarga besar ini terlihat ceria sekali, belak tawa anak-anak turut meramaikan suasana bersantai.
Nur Habib, mengabarkan.