Madiun .Menara Madinah.Com. Ritual bersih desa ( nyadran , red) telah menjadi tradisi rutin setiap tahun di Kedungrejo , Bandungan , Saradan , Madiun.
Kegiatan nyadran warga Kedungrejo diadakan di dua lokasi yaitu Maqbaroh Syekh Hasan Irsyad yang diisi dengan Tahlilan dan Yasinan ( 9/ 6/ 2022) dan Situs Budaya Mencaru yang konon pernah disinggahi Patih Gajah Mada saat masih menjadi pemimpin Pasukan Bhayangkara yang bertugas mengawal Prabu Jayanegara dari Kerajaan Majapahit .
Para warga Kedungrejo beserta perangkat desa Bandungan berbondong – bondong menuju Situs Budaya Mencaru sambil membawa nasi berkat . Beberapa pemuda memikul judang yang berisi nasi , ayam panggang , pisang , kerupuk, rengginang , dan aneka jajanan tradisional seperti jenang , wajik , dan jadah.
Mereka harus melintasi jalan yang becek karena malamnya turun hujan deras untuk menuju lokasi nyadran di Mencaru pada Jum’ at Pahing , 10 Juni 2022.
Namun mereka tetap bersemangat dan tampak sumringah demi melestarikan tradisi yang telah turun – temurun dari nenek moyang .
Prosesi nyadran di Mencaru dipimpin oleh Mbah Jaimin selaku sesepuh setempat yang mengenakan blangkon dan baju Surjan khas Jawa.
Setelah para warga Kedungrejo berkumpul di Situs Budaya Mencaru yang luas dan ditumbuhi pohon – pohon besar , Mbah Jaimin dan beberapa perangkat desa melakukan ” obong – obong ” di bawah sebuah pohon yang tidak jauh dari sungai .
Prosesi selanjutnya , Mbah Jaimin memimpin slametan dengan memakai bahasa Jawa diiringi harapan dan do’ a agar warga Kedungrejo dan umumnya warga Bandungan senantiasa mengingat leluhur , hidup dalam guyub rukun , dan gemah ripah loh jinawi , tata tentrem karta raharja .
Seusai slametan dan do’ a , warga Kedungrejo yang memadati Situs Budaya Mencaru makan bersama nasi berkat dengan nikmat sambil mendengarkan suara sinden yang merdu dari Grup Asmara Laras asal Alas Tuwo, Banaran Wetan.
** foto & naskah : Bro- J**
