Lamongan-Menaramadinah. com. Di hari kedua Studi Wisata 2022 siswa Smankar ke Pulau Bali cukup padat agenda kunjungan ke destinasi wisata diantaranya adalah pertunjukan Tari Barong, Joger dan Desa Adat Panglipuran.

Start dari Hotel di kota Denpasar, rombongan SMA Negeri 1 Karangbinangun yang terdiri dari 4 bus ini terlebih dahulu mengunjungi Uiversitas Udayana (UNUD) untuk melakukan sesi foto bersama semua siswa bersama wali kelas dan guru pendamping sebagai simbol dan seremonial Studi Kampus, yang dimaknakan sebagai ikatan antara UNUD dan Smankar. Karena di tahun-tahun sebelumnya setiap studi wisata maka rombongan Smankar pasti berkunjung di kampus universitas ternama di Bali ini.
“Karena situasi masih pandemi, studi kampusnya kita seremonialkan dengan sesi foto. Ini menandakan kita masih tetap menjalin kerjasama dan menghormati hubungan baik dengan UNUD, sehingga ke depan jika situasi normal dan kita ke sini maka Insya Allah UNUD bisa tetap menerima kita sebagai tamunya,” tutur Drs. Mohammad Suud, Ketua Panitia Studi Wisata pada jurnalis Menaramadinah. com.
Dari kampus UNUD rombongan Smankar menuju ke Joger dengan melewati Tol di atas Laut yang cukup indah dan sebagai karya anak bangsa. Di kejauhan tampak patung GWK yang gagah berdiri memancang langit. Sedangkan pemandangan di kanan kiri hutan mangrouve yang konon diresmikan oleh pesohor sepak bola asal Portugal, Christiano Ronaldo.
Sampai di wisata belanja khas Bali Joger, siswa langsung ngegas kayaknya kaum remaja yang ketemu klangenan sehingga memborong kaos, baju dan aneka aksesoris.
“Ya itulah Joger, hanya satu-satunya yang ada khasnya. Ibarat kalo ke Bali tak berkunjung ke Joger ya belum sempurna. Tandanya jika uda ke Bali adalah sudah membeli produk Joger dan memakainya. Itu baru Abda diakui pernah ke Bali, ” kata Bli Made, salah satu guide rombongan Smankar.
Puas di Joger, rombongan melakukan Ishoma, dan berlanjut ke arena Pertunjujan Seni Tari Barong. Para siswa sangat terhibur dan terkesan dengan wisata seni ternama ini.
Data dari panitia salah satu pemain Barong, bahwa Tari Barong menggambarkan Dari pertarungan abadi antara Barong yang merupakan binatang purbakala dan simbol kebajikan melawan Rangda yang merupakan makhluk menyeramkan yang sakti mandraguna sebagai simbol kejahatan.
Pertarungan tersebut abadi, seperti kehidupan kita saat ini dan tidak bisa dipisahkan dalam dunia ini, seperti yang diyakini oleh masyarakat Bali adanya Rwa Bhineda sebuah konsep perbedaan yang menyeimbangkan alam.
Dua hal yang berbeda tersebut seperti ada baik ada juga buruk, ada kejahatan ada juga kebaikan, begitulah semuanya dalam hidup ini, itu selalu ada dan abadi di dunia, digambarkan dalam pementasan tari Barong.
Selain itu, akan diwarnai dengan adegan lucu dari sosok kera dan juga tokoh celuluk serta sejumlah punakawan.
Yang biasanya cukup membuat penonton tegang, pada bagian pementasan yang terakhir ketika sejumlah pemain dengan keris terhunus, menancapkan ujung kerisnya ke tubuh masing-masing dalam keadaan trans atau kerasukan. Ritual anti senjata tajam atau kekebalan itu disebut Ngurek Keris atau Ngunying.
Dan sebagai tujuan destinasi wisata terakhir di hari kedua yang dikunjungi adalah Desa Adat Panglipuran di Bangli. Desa ini bagian dari 3 desa adat yang disebut Bali Aga. Selain desa adat Panglipuran, ada juga desa adat Tenganan Pageringsingan dan Trunyan. Disebut Bali Aga karena merekalah yang disebut suku Bali asli, sedangkan selain irang Bali Aga, dalam sejarahnya adalah berasal dari Majapahit. (bersambung)
*DANAR SP*
