Convensi Capres NU 2024 cukup menarik. Oleh karena itu, Pemred menaramadinah.com Husnu Mufid mengadakan wawancara secara eksklusif dengan Tokoh Muda NU Mabroer yang kini jadi Ketua Convensi NU. Berikut ini wawancaranya :
1. mengapa ada konvensi Capres NU?
Karena kami melihat adanya kesenjangan yang cukup signifikan antara aspirasi warga dg Parpol. Berdasarkan brbagai survei, tingkat kepercayaan publik terhadap Parpol mengalami turbulensi di kisaran 35% hingga 55%. Tentu masuk juga tingkat kepercayaan warga NU ke Parpol yg punya irisan kultural dg NU dekat.
Selain makin melemahnya trust publik kepada Partai, momentum Pilpres 2024 merupakan momentum yg sgt strategis karena tdk ada petahana masuk gelanggang. Dengan asumsi jumlah warga NU yang mencapai 45 – 50% dari total populasi umat Islam, tentu ini merupakan kapital politik yg tak bisa diabaikan. Apalagi saat ini umat Islam di Indonesia sedang menghadapi polarisasi sosial & politik yang cukup mengkhawatirkan. Dari situlah dibutuhkan sosok yg punya kredibilitas memadai dan mampu menjaga kepercayaan warga.
2. siapa yang layak kira kira jadi presiden dan kreterianya apa?
Soal layak dan tidaknya seorang calon itu bukan berada di tangan Tim, tapi justru di tangan warga Nahdliyyin. Tim semata hanya fasilitator belaka. Kami tidak ada agenda untuk mempromot seseorang atau mendegrdasi mereka. Biarlah warga NU yang menentukan siapa tokoh yang layak dipersembahkan untuk menjadi calon presiden.
3. Apa siap bertarung di Pilpres 2024?
Meski tidak unggul di survai survai? Survei ini hanya salah satu instrumen utk mengukur posisi politik seseorang, jadi penentu kemenangan atau kekalahan mrk. Dan Tim Sembilan bukan partai politik shg tidak punya presensi utk mengajukan calon, tapi menawarkan sosok. Tapi kami punya optimistisme bahwa hasil konvensi ini akan menjadi salah satu referensi strategis bagi pihak lain, termasuk Parpol.
