Keharmonisan Keluarga Penyejuk Hati Anak

Oleh : yahya aziz
Keharmonisan pasangan suami isteri adalah syarat mutlak bagi ketenangan putra putri nya. Apalagi jika putra putri nya sedang merantau menuntut ilmu di bumi pesantren.
Jika di rumah pasangan suami istri harmonis, tenang, rukun, sakinah, mawadah, barokah, salamah dan mardliyah maka hati anak yang berjuang menuntut ilmu akan sukses.
Sebaliknya, bila pasangan suami istri selalu tidak bahagia jangan harap putra putri nya sukses,bisa tidak kuat untuk meneruskan belajar menuntut ilmu di bumi pesantren.
Hati orang tua, khususnya seorang ibu sangat nyambung dengan hati anak. Ketenangan hati anak di bumi pesantren tergantung juga ketenangan hati orang tua nya di rumah.
Saya yakin semua ibu ibu wali santri baik yang di Gontor, Lirboyo dan Tebu Ireng Jombang ini adalah ibu ibu penyejuk hati bagi suami dan anak anak nya yang sedang menuntut ilmu di bumi pesantren.
Siapakah ibu ibu wali santri penyejuk hati itu ?, redaksi Al-Qur’an menggunakan ungkapan QURROTA A’YUN, sedangkan menurut ustadz Ahmad Izzan guru kami di K M I, alumni Gontor 1984 dalam buku nya berjudul WANITA PENYEJUK HATI, ada beberapa tanda wanita sebagai penyejuk hati :
1. Wanita yang subur dan penuh kasih sayang
2. Cantik dan berpenampilan baik
3. Menyenangkan suami saat dilihat
4. Sejalan dan sehati dengan suami
5. Taat dan jujur dalam beragama
6. Tidak melakukan pelanggan terhadap dirinya maupun terhadap harta milik suaminya
7. Sangat sayang dan lemah lembut terhadap anak anak nya
8. Dan terampil mengurus dan mengatur rumah tangga dengan segala urusannya.
Di antara delapan kriteria wanita penyejuk hati di atas, yang menyebabkan anak mau belajar menuntut ilmu di bumi pesantren dan kuat sampai menjadi alumni yaitu kriteria nomer 4 : SEJALAN DAN SEHATI DENGAN SUAMI.
Kami sangat salut dan bangga kepada bapak dan ibu yang belum pernah belajar di pesantren, tapi berhasil memondokkan anak anak nya ke bumi pesantren. Sudah saya tulis di menara madinah.com WALI SANTRI GONTOR PEMENANG KEHIDUPAN.
Tidak ada jaminan seorang wali santri yang alumni bisa memondokkan anak anak nya meneruskan almamater ayah ibunya, salah satu penyebabnya : Tidak klik hati suami istri.
Begitu juga apabila ada wali santri yang alumni pondok, dan wali santri yang berprofesi sebagai ustadz, pengasuh pondok, anaknya mau mondok itu sudah biasa.
Tapi bagi wali santri yang bukan alumni pesantren, dan berprofesi sebagai anggota POLRI, T N I dan anaknya mau mondok itu baru LUAR BIASA…. Memang memondokkan anak itu butuh perjuangan doa, waktu, harta, tenaga dan pikiran.
Banyak wali santri di Gontor yang berprofesi sebagai anggota POLRI/T N I yang berhasil memondokkan anak anak nya di Gontor Ponorogo dan Gontor Putri, contoh nya ibu Nurul Qomariyah, suaminya anggota T N I, alhamdulilah putra putri naik kelas semua.
Insha Allah putra putri ibu menjadi permata hati di surga. Amin.
Selamat untuk para wali santri kelas 1-5 yang naik kelas, semoga sukses selalu. Bagi wali santri yang putra putrinya tidak naik kelas BERSABAR LAH, itu bukan karena bodoh putra putri Anda, memang di Gontor persaingan sangat ketat. Dan itulah pendidikan yang sebenarnya.. LATIHAN MENTAL
Di Gontor tidak ada istilah tidak naik kelas, yang ada adalah : KESUKSESAN YANG TERTUNDA….
Barakallah… Semoga manfaat….


Y A, wali santri Gontor Lirboyo, penulis buku Taubatnya Peselingkuh