“Pintu Langit Terbuka” (Tokoh Jemur Wonosari Silaturrahmi Haji ke Rumah).

Oleh : Yahya Aziz, Jamaah Haji 2026.

Pukul 23.00 malam itu rasanya seperti waktu berhenti. Bis rombongan 3 kami baru saja masuk halaman parkir Masjid Al Akbar. Lampu masjid yang temaram, udara Surabaya yang dingin, semua berpadu jadi satu di dada. Hati ini menangis, haru, bahagia… jadi satu.

Tak disangka, yang menjemput bukan sekadar sambutan. Ada 3 mobil sudah menunggu: mobil keluarga Kediri adik ipar Hidayatus Solihah. Mobil keluarga Jemur Wonosari, keluarga Ust. H. Saikhul Amin. Dan mobil Ustadzah Tutik, Bu Ani, Bu Suryani, serta Ibu Lutfitah pengurus Jamiyyah “Miftahul Jannah”.

Saya dan istri tak kuasa dan terharu, di pelataran masjid itu juga kami langsung sujud syukur. Sujud panjang, lalu mendoakan mereka, satu persatu.

Siapa sangka, setelah pulang ke rumah dari menubaikan ibadah haji, tamu tak pernah berhenti datang. Silih berganti mengetuk pintu, mereka bukan datang membawa bingkisan dunia.
Mereka hanya memohon doa minta berkah karena kami setelah menunaikan ibadah haji 40 hari di tanah suci.

Kami ini siapa…siapa.. siapa ? Kami sadar betul. kami hanya hamba yang bodoh tidak punya apa-apa, tidak bisa apa-apa. Tapi mereka rela duduk, bersimpuh, hanya untuk sikaturrahmi haji, mendengarkan kisah kisah kejadian spritual selama di tanah suci, untuk menitipkan nama dan hajatnya dalam doa.

Ya Allah… ini yang menggetarkan hati. Bukan kami tapi Engkau Ya Allah yang menggerakkan langkah kaki mereka sampai ke teras rumah ini.
Kami bukan siapa-siapa, rumah sederhana tapi mereka semangat untuk hadir ke rumah
Allah Akbar

Sabtu, 14-15 Juni 2026 Rumah jadi hidup tamu datang sampai jam 24 malam pun belum selesai.

Tokoh-tokoh Jemur Wonosari hadir, satu persatu, dengan hati yang sama: mereka rindu Mekkah, rindu doa.

a. Ada Drs. H. Saiful Anam, sekretaris masjid, bersama 10 jamaah masjid.
b. Dr. Zainul Arifin dan istri dosen UINSA.
c. 100 jamaah masjid Attaqwa yang silih berganti.
Hari berikutnya :
d. Dr. H. Munawwir, MA beserta istri Dosen FTK UINSA.
Dr. KH. Ilhamullah Sumarkhan, MA dan istri
Kopertais Uinsa dan Ketua Takmir Masjid Attaqwa Jemur.
KH. Qomarudin, http://S.Ag, pengasuh Ponpes Nurul Falah, bersama Ibu Nyai Dra. Hj. Muaddah.
Ibu Nyai Hj. Rosyidah Abdul Khayyi bersama 70 jamaah Muslimat NU Jemur Wonosari.
Ibu Hj. Dra. Lailatul Fitriah, Ibu Dr. Hj. Faizah, Ibu Maesaroh, Ibu Dra. Hj. Juwariah bersama group sholawat “Alkhoiriyah”.
e. Keluarga Lamongan, Bapak Drs. Khasani beserta istri dan anak-anaknya.
f. Dan Ustadz Nurul Fajri sekeluarga bani Fauzi
Mereka duduk di lantai. mendengarkan kisah haji dengan rileks santai. Ketika kami berdoa mereka menunduk dengan khusyu’ ada yang matanya basah. Rumah sederhana ini jadi saksi: cinta itu tidak butuh megah, cukup tulus.
Ini semuanya Allah yang menggerakkan hati mereka.

 

Saya dan istri hanya bisa menunduk, lalu mengangkat tangan. Ini doa yang kami panjatkan untuk mereka:

a. Wahai Allah ampunilah dosa-dosa kami. dosa dosa kedua orang tua kami.
b. Wahai Allah jadikanlah alam kubur mereka terang benderang dan buatkanlah wajah mereka tersebyum di aam mereka, jadikanlah alam kuburnya sebagai Taman Surga. Dan jangan Kau jadikan alam kuburnya seperti lubangnya neraka.
c. Wahai Allah berilah rizki tamu kami, rizki yang banyak barokah dan lancar, sebagaimana lancarnya air sumur zam zam yang mengalir di Mekkah. Wahai Allah, berilah rizki jamaah kami, rizki yang banyak dan lancar, sebagaimana lancarnya air Zamzam di Mekkah. Agar langkah mereka dimudahkan untuk berziarah ke Mekkah dan Madinah.

Air mata mereka jatuh. Bukan karena sedih tapi karena sadar… betapa dekatnya Allah kalau Dia sudah buka “Pintu Langit”.

Semoga setiap permintaan kami dalam doa disaksikan Malaikat Allah menembus jendela pintu langit sampai ke Arsy-Nya.

“Barakallah” untuk semua yang hadir ke rumah kami untuk silaturrahmi haji. Doa kami menyertai Anda semua agar yang hadir di rumah kami bisa dan sampai di tanah suci nanti. Aamiin.