Kadupinang: Menjaga Amanah Leluhur dalam Tiga Jalur Pengabdian

Diar Mandala | Kolumnis menaramadinah.com

Renovasi Kompleks Maqbaroh Syech Muhammad Ruyyani dan Syech Shohibul Mandala yang selesai pada 5 Juni 2026 kami sikapi sebagai kelanjutan, bukan titik awal. Bagi keluarga besar Mandala di Kadupinang, Pandeglang, merawat maqbaroh leluhur adalah bagian dari proses belajar menjadi keturunan. Menjadi cucu atau cicit bukan berarti menumpang nama besar, melainkan menjaga, melanjutkan, dan menambah kebaikan yang telah dirintis.

Pemahaman itu kami peroleh sejak kecil, bukan dari buku, melainkan dari tuturan orang tua dan sesepuh. Silsilah disebut bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk dipahami amanahnya. Karena itu, ketika renovasi selesai dan kompleks maqbaroh kembali layak diziarahi, yang muncul dalam benak kami adalah tanggung jawab untuk menjaga ruh tempat ini tetap hidup.

Data primer dan syuroh istifadhoh yang tersimpan dalam keluarga menunjukkan kesinambungan yang jelas. Syech Shohibul Mandala menurunkan ilmu tarekat kepada putranya, Syech Ruyyani. Dari sanad itu lahir Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang menjadi rujukan di Banten Selatan. Di tanah yang sama bersemayam pula Syech Dalem Dayeuhan, Syech Dalem Mandala, Syech Cili Mandala, dan Syech Dalem Gadung. Satu kompleks, banyak jejak yang saling menguatkan.

Catatan sejarah lisan dan beberapa naskah tua menegaskan bahwa para leluhur Mandala tidak hanya berperan sebagai ulama. Mereka turut berada dalam barisan pembela Kesultanan Banten, menyebarkan Islam, menjaga wilayah, dan menghadapi penjajahan. Peran ganda itulah yang diwariskan kepada kami: ilmu dan amal, zikir dan kerja. Amanah itu tidak berhenti pada satu generasi, melainkan berpindah tangan sesuai tuntutan zaman.

Peresmian renovasi maqbaroh menjadi momentum yang mempertemukan warisan spiritual dengan tanggung jawab kebangsaan. Kehadiran Marsekal TNI Muhammad Tonny Harjono selaku Kepala Staf Angkatan Udara, bersama Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dan KH Yusuf Almubarok, menunjukkan bahwa garis keturunan Mandala tetap hadir dalam pengabdian kepada negara dan umat.

Setelah kami renungkan, kini layak diketahui secara khusus oleh keluarga bahwa ketiga tokoh tersebut menjalankan amanah leluhur melalui tiga jalur yang saling melengkapi. Marsekal TNI Muhammad Tonny Harjono menjalankan peran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara dari ancaman eksternal. Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menjalankan peran dalam pemeliharaan keamanan dalam negeri. Sementara KH Yusuf Almubarok mengemban amanah spiritual sebagai penerus Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, memperkuat keteguhan iman umat.

Kami mengapresiasi capaian dan amanah yang diemban ketiganya. Sebagai keluarga, kami mendoakan agar keduanya dapat memimpin institusi masing-masing dengan integritas, profesionalisme, dan amanah. Kepada KH Yusuf Almubarok, kami mendoakan agar dapat menjalankan amanah mursyid tarekat dengan istiqamah, menjaga sanad, dan membimbing umat dalam laku zikir dan akhlak.

Renovasi ini merupakan inisiatif kolektif keluarga besar Mandala yang tersebar di berbagai daerah. Tujuannya dua. Pertama, menjaga kelayakan fisik situs agar layak diziarahi oleh siapa saja yang ingin mengambil pelajaran dan menata hati. Kedua, memperkuat kohesi sosial antar cabang keluarga yang selama ini terhubung melalui ikatan darah dan ikatan tarekat. Bangunan dapat diperbarui, namun ruhnya tetap sama: doa, manaqib, dan pengingat bahwa amanah tidak berhenti pada satu generasi.

Bagi saya pribadi, merawat maqbaroh adalah cara belajar rendah hati. Semakin kita menelusuri jejak leluhur, semakin kita menyadari betapa kecil diri ini di hadapan amanah besar yang mereka tinggalkan. Ziarah bukan sekadar datang, membaca tahlil, dan pulang. Ziarah adalah momen untuk menata niat, memperbaiki diri, dan bertanya: apa yang telah kita lanjutkan dari perjuangan mereka.

Kadupinang, bagi keluarga Mandala, bukan sekadar nama tempat. Ia adalah ruang pendidikan. Di sinilah kami belajar bahwa ilmu tanpa amal menjadi wacana, dan amal tanpa ilmu mudah melenceng. Di sinilah kami belajar bahwa menjaga negara bisa ditempuh melalui berbagai jalan, asalkan dilandasi niat untuk menjaga masyarakat tetap aman, beriman, dan beradab.

Atas nama keluarga besar Mandala, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga acara dapat berlangsung dengan baik. Kami menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi ke depan, baik dari sisi fasilitas, penataan arsip, maupun penguatan kegiatan keilmuan di kompleks ini. Renovasi fisik hanyalah langkah awal. Pekerjaan menjaga ruh dan makna tempat ini akan terus berlanjut.

Secara khusus kami sampaikan terima kasih kepada Marsekal TNI Muhammad Tonny Harjono, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dan KH Yusuf Almubarok. Semoga Allah membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlimpah.

Semoga Kadupinang terus menjadi tempat ziarah yang mengingatkan kita pada amanah dan tanggung jawab kepada sesama. Semoga generasi setelah kami tidak hanya mengenal nama leluhur, tetapi juga meneladani cara mereka mengabdi: dengan ilmu, dengan kerja, dan dengan zikir yang istiqamah.