
BLITAR—Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar mengikuti kegiatan Edukasi Keselamatan dan Simulasi Pemadam Kebakaran bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kampus III UNU Blitar ini menjadi bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Keselamatan, Kesehatan, dan Nutrisi bagi mahasiswa angkatan 2025 semester 2.
Kegiatan tersebut menghadirkan petugas Damkar Kabupaten Blitar untuk memberikan edukasi mengenai keselamatan diri, pencegahan kebakaran, serta langkah-langkah penanganan keadaan darurat.
Selain mendapatkan materi, mahasiswa juga mengikuti simulasi penggunaan alat pemadam kebakaran dan praktik penanganan api secara langsung di bawah pendampingan petugas.
Ketua Program Studi PIAUD Fakultas Agama Islam UNU Blitar, Dessy Farantika, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif kepada mahasiswa sebagai calon pendidik anak usia dini.
“Pembelajaran tentang keselamatan tidak cukup hanya dipahami secara teori. Mahasiswa perlu memiliki pengalaman langsung agar nantinya mampu mengajarkan konsep keselamatan dan mitigasi bencana kepada anak usia dini dengan metode yang tepat, menyenangkan, dan mudah dipahami,” ujar Dessy dalam sambutannya.
Menurutnya, pendidikan keselamatan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperkenalkan sejak usia dini. Guru PAUD tidak hanya bertugas mengembangkan aspek akademik dan karakter anak, tetapi juga membangun kesadaran terhadap keselamatan diri dan lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam merancang pembelajaran berbasis pengalaman. Keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari budaya hidup anak-anak di masa depan,” tambahnya.
Dalam sesi edukasi, petugas Damkar menjelaskan berbagai penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan prosedur evakuasi, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga peran petugas pemadam kebakaran dalam penanggulangan bencana.
*Belajar Keselamatan Melalui Praktik Langsung.*
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan teknis mengenai kebakaran, tetapi juga memberikan pemahaman tentang bagaimana materi keselamatan dapat diajarkan kepada anak usia dini melalui pendekatan belajar sambil bermain.
Secara umum, kegiatan edukasi dan simulasi Damkar ini memiliki empat tujuan utama, yaitu menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini, membentuk karakter dan mental yang tangguh dalam menghadapi situasi darurat, mengenalkan profesi pemadam kebakaran beserta peralatan penyelamatan, serta mengembangkan keterampilan motorik dan kerja sama melalui aktivitas simulasi.
Mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dengan petugas Damkar dan terlibat langsung dalam berbagai simulasi yang diberikan. Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai bekal saat kelak mengajar di lembaga pendidikan anak usia dini.
Melalui kolaborasi dengan Damkar Kabupaten Blitar, Prodi PIAUD Fakultas Agama Islam UNU Blitar berharap mahasiswa mampu memahami pentingnya pendidikan keselamatan sebagai bagian dari pembentukan karakter anak.
Selain itu, kegiatan ini menjadi contoh implementasi pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi pendidik yang tidak hanya mampu mengajarkan pengetahuan dasar kepada anak-anak, tetapi juga menanamkan budaya keselamatan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana sejak usia dini.*Imam Kusnin Ahmad*
