Lesbumi PBNU Gelar Muktamar Kebudayaan 12-14 Juni 2026 Mendahului Muktamar NU ke 35

Jombang-menaramadinah.com–Menjelang Muktamar NU Ke 35. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU me gelar   Muktamar Kebudayaan Indonesia dan Rakornas ke-VII di Universitas KH. Wahab Hasbullah  pada Jumat-Ahad 12-14 Juni 2026 Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur.

Muktamar tersebut berdasar surat Lesbumi  Nomor 131/B.2/LESBUMI/V/2026. Mengambil tema “Kembali ke Akar: Menguatkan Fondasi Kebudayaan NU dalam Krisis Peradaban Global”,.

Surat yang ditandatangani Ketua Lesbumi PBNU KH M. Jadul Maula dan Sekretaris Umum Inaya Wulandari Wahid itu memuat gambaran umum kegiatan sebagai berikut:

Muktamar Kebudayaan: Refleksi Radikal “Kembali ke Akar”
Trilogi Kebudayaan Lesbumi: Agama, Ilmu, Seni
Tujuan Utama Muktamar Kebudayaan
Ada 5 Komisi: Ruang Dialektika Utama
Kepesertaan Mukatamar Kebudayaan
Output Kegiatan
Harapan Ketua Lesbumi PBNU
Informasi & Konfirmasi Kehadiran
Muktamar Kebudayaan: Refleksi Radikal “Kembali ke Akar”

Di tengah disrupsi identitas, krisis geopolitik, krisis ekologis, ketidakpastian hukum, serta perlombaan emerging technology, Lesbumi memandang perlu melakukan “refleksi radikal” hingga ke akar.

“Kembali ke Akar” bukan romantisme masa lalu yang pasif. Ini upaya intelektual-kultural untuk menggali kembali khitah pesantren dan keputusan ulama otoritatif NU di forum-forum legitimatif, lalu membenturkannya dengan realitas kekinian. Tujuannya: mencari kompas dalam teks-teks formatif ke-NU-an untuk menjawab persoalan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan yang makin kompleks.

Trilogi Kebudayaan Lesbumi: Agama, Ilmu, Seni
Mengacu Manifesto Gelanggang 1966, Lesbumi menegaskan agama, ilmu pengetahuan, dan seni adalah trilogi budaya yang tak terpisahkan.

– Agama sebagai Social Direction yaitu Berfungsi sebagai kompas moral agar kemajuan ilmu dan ekspresi seni tidak kehilangan arah atau merusak nilai kemanusiaan.
– Ilmu Pengetahuan Menjadi alat rasional untuk memahami realitas, mengelola modernisasi, dan memecahkan persoalan masyarakat secara objektif.
– Seni: Menjadi wadah ekspresi keindahan dan sarana penghalusan budi pekerti yang sejalan dengan fitrah manusia.

Gagasan ini menekankan modernisasi tidak boleh berjalan sekuler hingga mencabut akar spiritual. Kemajuan zaman harus diselaraskan dengan etika keagamaan.

Tujuan Utama Muktamar Kebudayaan
Membedah relevansi dan aktualisasi jatidiri ulama para muassis NU di era negara-bangsa mutakhir
Merumuskan manifestasi “Jihad Peradaban” untuk merespons krisis geopolitik global.
Melakukan otopsi konstitusional tata kelola negara pasca-amandemen UUD terhadap spirit Pembukaan UUD 1945.
Menemukan titik temu Fikih Lingkungan dengan realitas konsesi tambang NU 2024.
Mengembangkan pemikiran Aswaja an-Nahdliyyah dalam persaingan emerging technology
Ada 5 Komisi: Ruang Dialektika Utama
1. Komisi Khittah: Jatidiri Keulamaan di Ruang Sekular – meninjau Qonun Asasi NU
2. Komisi Geopolitik: Resolusi Jihad dalam Pusaran Konflik Global – kontekstualisasi Fatwa 1945 sebagai jihad peradaban
3. Komisi Kenegaraan: Konsistensi Konstitusi – Piagam Jakarta & Pembukaan UUD 1945 vs dinamika pasca-amandemen.
4. Komisi Ekologi & Organisasi: Fikih Tambang dan Dilema Kebijakan – keputusan haram tambang 2015 vs konsesi 2024.
5. Komisi Aswaja & Teknologi: Epistemologi Aswaja untuk pengembangan sains-teknologi
Kepesertaan Mukatamar Kebudayaan
Adapun peserta kegiatan ini terdiri dari Budayawan, seniman, dan cendekiawan Lesbumi se-Indonesia; yakni perwakilan PWNU-PCNU; akademisi, pengamat sosial-politik, aktivis lingkungan; serta pemerhati sejarah dan hukum tata negara.

Output Kegiatan
1. Manuskrip Kebudayaan 2026 berisi dokumen rekomendasi strategis untuk PBNU & Pemerintah RI
2. Manifesto “Kembali ke Akar” yaitu pernyataan sikap kebudayaan atas isu kontemporer
3. Buku Putih Pemikiran yakni kumpulan esai dan analisis dari 5 komisi
4. Perencanaan Strategis adalah arah gerakan kultural Lesbumi NU ke depan

Harapan Ketua Lesbumi PBNU
Panitia berharap muktamar ini bukan sekadar ruang diskusi, melainkan momentum NU meneguhkan peran sebagai penjaga gawang moral dan kultural bangsa.

“Dengan kembali ke akar, kita berharap menemukan kekuatan untuk tumbuh lebih tinggi tanpa tercerabut dari bumi tempat kita berpijak,” demikian penutup surat undangan ketua Lesbumi PBNU, KH M. Jadul Maula. Yogyakarta, 21 April 2026.

Informasi & Konfirmasi Kehadiran
Silakan menghubungi Panitia Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi PBNU. Narahubung: Kontak Panitia: Ki Wasis (0856-4541‑0571