Ki Joko Pitono Ciptakan Wayang Turonggo Khas Kadirian Gelar di Gedung Balai Pemuda Surabaya

Nama besar Ki Joko Pitono memang luar biasa. Beluaunya asal Kediri dan mampu menciptakan Wayang Turonggo Khas Kadirian. Bagaimana ceritanya. Berikut ini laporan Ki Husnu Mufid Pemred menaramadinah.com :

Ki Joko Pitono Ketua DPC HPK Kota Kediri ini ternyata punya keahlian tersendiri. Yaitu bikin Watang Turonggo. Boleh dibilang Ijtihad Wayang.

Kenapa dikatakan ijtihat Wayang ? Karena yang pada umumnya adalah terbuat  dari kulit sehingga dinamakan Watang Kulit. Sedangkan Wayang boneka dinamakan Wayang Golek.

Nah sementara Ki Joko Pitono membuat  Wayang khas Kadirian dinamakan Wayang Turonggo. Membuatnya saja selama dua tahun. Dari kertas. Meskipun demikian sangat menarik dan bagus.

” Saya membuat dan menggambar Wayang Turonggo  membutuhkan waktu dua tahun. Khususnya gambar Jaranan,”ujar Ki Joko Pitono dengan suara khas yang merdu.

Beliaunya saat menggelar Wayang Turonggo cukup menggunakan Wayang terbuat dari kertas. Kemudian ditancapkan di gedebog pisang yang diselimuti kain kotak kotak. Diatas meja.

Beliau sambil duduk dikursi menghadap wayang dan memegang mik sambil mendalang. Cukup lihai dalam mengucapkan suara laki laki dan perempuan. Bisa mengucapkan suara raja dan putih serta seorang putri raja.

Wayang Turonggo itu digelar oleh Ki Joko Pitono di Gedung Balai Pemuda Surabaya dalam acara Hari Ulang Tahun Surabaya.  Juga bersamaan dengan Expo Gelar Budaya Gerbang Nusantara yang diadakan Yayasan Pasopati Cakra Nusantara

Sangat menarik Wayang Turonggo itu dipertunjukan dan ditampilkan di Yotube Chanel  Husnu Mufid dan Tik Tok menara madinah. Pemirsanya sangat banyak sekali. Karena dianggap sebagai hal yang baru dan tidak biasa. Penuh dengan syarat tontonan dan tatanan. Bahkan unik.

Kini kedepannya Wayang Turonggo itu akan tampil di Festival Borobudur. Ada seorang pengusaha dari Bekasi asal Mojokerto mengajaknya. Sungguh Luar Biasa.