
BLITAR– Kota Blitar kembali menunjukkan komitmennya dalam membumikan nilai-nilai Pancasila melalui Kirab Pancasila dan Pawai Lentera yang meriah dan sarat makna. Ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat bersatu dalam cahaya lentera, memperkuat persatuan sekaligus menyalakan semangat kebangsaan di malam yang tak terlupakan.
Ribuan lentera berkelap-kelip menghiasi jalan-jalan, menuntun langkah penuh makna dari Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno, hingga ke Kantor Wali Kota Blitar.
Suasana magis ini menandai pembukaan resmi Bulan Bung Karno 2026 dan mengawali Grebeg Pancasila yang menjadi kebanggaan kota proklamator ini.
Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin alias Mas Ibin, hadir dengan penuh kehangatan dan kecintaan kepada sejarah serta budaya.
Dengan penuh khidmat, ia melepas prosesi Bedhol Pusaka—simbol estafet semangat kepemimpinan Bung Karno yang terus menyala dalam jiwa rakyat Blitar.
Melihat ribuan peserta dari berbagai lapisan masyarakat, mulai pelajar, seniman, hingga petugas keamanan dan aparat TNI-Polri, sungguh terasa energi persatuan dan nasionalisme membuncah di udara malam itu.
“Kirab dan pawai bukan sekadar acara seremonial, tapi refleksi jiwa bangsa untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno. Setiap lentera yang menyala adalah cermin harapan dan panggilan agar kita senantiasa berpijak pada prinsip-prinsip dasar bangsa,” ucap Mas Ibin dengan suara yang menggetarkan semangat.
Malam itu, kilau lentera menerangi jalanan bagaikan berjuta bintang yang turun dari langit, menemani setiap langkah peserta yang membawa pesan kuat: Pancasila adalah pelita kebangsaan yang tak akan redup oleh gelombang perubahan zaman.
“Lentera ini melambangkan cahaya yang memandu bangsa di tengah tantangan global yang kian kompleks,” tambahnya penuh semangat.
Tak hanya sekadar perayaan, Kirab Pancasila dan pawai lentera adalah kisah hidup yang terus ditularkan dari generasi ke generasi di kota kecil nan bersejarah ini.
Walaupun geografisnya mungil, Blitar menyeruak menjadi api unggun nasionalisme yang menghangatkan seluruh penjuru Nusantara.
“Ini tanggung jawab moral kita semua di Bumi Bung Karno untuk menjaga agar api perjuangan dan nilai Pancasila terus menyala,” tegas Mas Ibin.
Malam yang sarat makna ini juga sekaligus mengajak warga menyadari bahwa semangat persatuan dan kebersamaan bukan hanya nostalgia masa lalu, melainkan modal sosial utama membangun masa depan.
Di tengah gemerlap lentera dan sorak sorai, tercermin pula kerukunan, gotong royong, dan tekad untuk mewujudkan Kota Blitar sebagai kota yang maju, sehat, dan sejahtera.
Momen istimewa ini semakin melengkapi perjalanan sejarah bangsa yang dimulai 81 tahun lalu pada 1 Juni 1945, saat Bung Karno mengutarakan gagasan tentang Pancasila yang kini menjadi dasar negara kita.
Bulan Bung Karno 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” hadir sebagai pengingat bahwa nilai-nilai luhur ini harus tetap hidup dan relevan di setiap waktu.
Tradisi Grebeg Pancasila yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Blitar sejak 2001, kali ini disambut dengan gegap gempita.
Masa lalu bertemu masa kini dalam harmoni budaya dan nasionalisme yang hidup. Presiden Jokowi yang pernah hadir pada 2015 juga menegaskan bahwa Blitar layak menjadi jantung spirit kebangsaan dan penjaga utama nilai Pancasila.
Kemeriahan bulanan ini akan terus berlanjut dengan sederet kegiatan menarik, mulai dari Kirab Gunungan Lima, Haul Bung Karno, ziarah nasional, hingga festival kopi dan kreasi ekonomi kreatif kota yang unik.
Semua berperan menjaga warisan Bung Karno sekaligus membangun energi baru untuk masa depan gemilang.
Kirab Pancasila dan Pawai Lentera di Blitar bukan hanya tontonan, melainkan pengalaman yang membakar rasa nasionalisme, menumbuhkan kecintaan budaya, dan memperkuat ikatan sosial yang kian kokoh.
Kota Blitar berdenyut penuh harap dan optimisme, siap melangkah maju dengan semangat Pancasila dan ajaran Bung Karno sebagai lentera penerang menuju masa depan.*Imam Kusnin Ahmad*
