
BANYUWANGI– Gelaran AnsorRUN 2026 menjelma menjadi fenomena baru yang menyenangkan sekaligus sarat makna bagi anak muda Banyuwangi dan sekitarnya. Mengusung konsep unik memadukan napak tilas sejarah dengan olahraga modern, event lari malam ini tidak sekadar ajang kebugaran, melainkan menjadi pesta budaya yang menghidupkan nilai-nilai perjuangan pendiri GP Ansor, KH. Saleh Lateng.
Sabtu malam (30/05/2026), Gesibu Blambangan Banyuwangi menjadi titik start penuh semangat ketika ribuan pelari memulai lintasan 5 kilometer dengan antusiasme membara. Acara yang dilepas langsung oleh tokoh penting seperti Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudzi, Ketua PW GP Ansor Jatim Musaffa Safril, dan Ketua PC GP Ansor Banyuwangi Arvy Rizaldy, ini sekaligus memperingati Harlah ke-92 GP Ansor dengan cara yang sangat fresh dan akrab di kalangan generasi muda.
Ketua Umum AnsorRUN, Dani Ainur Rofiq, mengungkapkan kegembiraannya atas respons luar biasa dari peserta. “Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat tinggi. Tidak hanya dari Banyuwangi, tapi banyak juga dari luar daerah seperti Indramayu, Ponorogo, Pasuruan, dan Situbondo,” ujarnya penuh semangat.
Yang membuat AnsorRUN istimewa bukan hanya tentang olahraga semata, tetapi juga nilai edukasi sejarah yang melekat kuat di setiap langkah. Rute lari yang melintasi kawasan kelahiran KH Saleh Lateng di Kelurahan Lateng, Masjid Agung Baiturrahman, kawasan Perliman, hingga finis di Taman Blambangan, membawa para peserta ‘berlari dalam cerita’—menyelusuri jejak para pahlawan muda GP Ansor yang gigih memperjuangkan bangsa.
Ketua GP Ansor Banyuwangi, Arvy Rizaldy, menyatakan kebanggaannya dengan inisiatif ini. “AnsorRUN mampu menciptakan budaya baru yang tidak hanya menyehatkan tubuh tetapi juga memperkaya jiwa dengan nilai sejarah. Ini jadi cara segar memperkenalkan perjuangan dan semangat kebersamaan kepada anak muda,” ungkapnya.
Event yang diwarnai keceriaan itu juga memberikan kejutan menarik bagi peserta melalui hadiah doorprize yang memikat serta penampilan dari guest star yang menambah kemeriahan malam itu. Musik dan sorakan meriah melengkapi pengalaman istimewa, menjadikan AnsorRUN bukan sekadar lomba lari, melainkan pesta budaya sportivitas dan solidaritas.
AnsorRUN 2026 membuktikan bahwa sejarah dan olahraga mampu bersinergi menciptakan ikatan kuat antar generasi. Anak muda Banyuwangi tidak hanya diajak berlari, namun juga diajak ‘bernapak tilas’ dalam kisah inspiratif para pendiri GP Ansor. Sebuah sajian digital abad ke-21 yang menghantar semangat masa lalu ke dalam langkah-langkah milenial.
Semangat ini diharapkan terus mengalir, menjadikan olahraga tidak hanya sebagai gaya hidup, tetapi juga medium mendekatkan diri pada nilai-nilai luhur bangsa dan membangun kebersamaan yang kokoh dalam bingkai sejarah dan budaya lokal.*Imam Kusnin Ahmad*
