
Menginap di tenda Mina 3 hari di pegunungan Mina itu sama dengan menginap di perkemahan Indonesia acara PERSAMI (perkemahan sabtu minggu) pada acara pramuka di Indonesia, begitu kata H.Jufri ketua rombongan yang energik pensiunan TNI berpangkat Mayor.
Berikut laporan Ust.Yahya Aziz dari MINA Arab Saudi untuk menaramadinah.com;

Benar apa kata H.Jufri Karom dari jamaah Bryan Mekkah yang selalu bersama kami mulai di Arofah-Mina membantu KH.Syukron Jazilan & KH.Ali Zainal dalam memantau barisan jamaah untuk melempar jumroh yang pertama dan kedua.
Di Arofah selalu memakai pakaian ihrom, sedangkan di Mina hari pertama memakai pakaian ihrom, setelah lempar jumroh dan potong rambut sampai di tenda penginapan boleh ganti pakaian bebas pada lempar jumroh kedua, ketiga sampai pulang ke hotel.
Saya sendiri ganti memakai pakaian dengan baju dan sarung batik Indonesia.
Ada ribuan tenda penginapan di Mina, kloter kami berada di atas gunung markaz 81 ruang 55 kloter 50. Di atas gunung yang saya tempati ada juga ribuan tenda juga. ALLAH AKBAR…!kalau malam kelihatan indah sekali.
Di tenda kami sangat permanen ada 10 ac, ruang aula panjang memuat 300 orang.
Sayang kamar mandi dan WC cuma 5 dan tempat wudu 3 tempat.
Anda bayangkan jika mandi, wudu sehingga bisa antri 7-10 orang.
Disinilah latihan puncak kesabaran.
Disabar sabarno, dikuat-kuatno ko la mari mari dewe dawuhe KH.Syukron Jazilan.
Mulai dari Arofah konsumsi melimpah ruah mulai nasi, buah buahan, roti, juz buah, susu dll.
Di ruang tenda mina semua jamaah berdzikir, sholat jamaah, diskusi bila capek apalagi ada larangan mulai jam 11.00-15.30 keluar dari tenda karena suhu panas mencapai 41-45″C.
Semua jamaah harus di dalam tenda.
Di malam hari habis makan H.Jufri, H.Agus Hariyanto, H.Idris dan H Deddy selalu berdiskusi tentang Mina.
Sejarah MINA
Mina itu lembah pegunungan kecil sekitar 7 km timur masjidil harom. Tempat ini jadi pusat ritual haji hari hari tasyriq.
Nama Mina diambil dari kata TAMANNA dari bahasa Arab yang artinya bercita2, karena disinilah Nabi Ibrahim AS banyak berdoa dan berharap kepada Allah.
Ada peristiwa-peristiwa penting di Mina :
1.Tempat ujian Nabi Ibrahim As, di lembah pegunungan inikah Nabi Ibrahim diperintah Allah menyembelih Nabi Ismail dan diganti dengan kambing.
Di 3 titik yang sekarang jadi tempat lempar jumroh setang datang merayu nabi Ibrahim tapi gagal.
Maka sekarang ada ritual lempar JUMROH.
2.Tempat Baiat Aqobah, sebelum hijroh Rasulullah bertemu 12 orang Yastrib di Mina membuat perjanjian kesetiaan membela Nabi tahun 621 M, ini sejarah cikal bakal HIJRAH ke MADINAH.
3.Tempat Mabit Jamaah Haji, sejak zaman nabi, Mina dijadikan tempat Mabit/bermalam pada 11, 12, 13 dzulhijjah, Rasulullah sendiri bermabit disini tiap haji WADA’.
Jadi Mina bukan tempat biasa, Mina tempat sejarah ujian ketaatan nabi Ibrahim, awal dakwah ke Madinah dan tempat Rasulullah SAW mencontohkan manasik haji.
Nilai-nilai spritual MABIT 3 hari di tenda MINA :
Mabit di Mina pada tanggal 11-13 dzulhijjah, sekilas cuma tidur di tenda yang panas dan sesak, tapi ada nilai2 spritualnya :
1.Kesederhanaan dan persamaan.
2.Sabar dan pengendalian diri.
3.Ukhuwwah islamiyah sesama bangsa.
4.Disiplin waktu dan ketaatan
5.Muhasabah diri, diri ini hanya seorang hamba.
6.Mempunyai rasa kepedulian sosial
Intisari dari tulisan ini, MINA adalah pesantren kilat selama 3 hari, tujuannya setelah lempar jumroh di MINA, pulang haji benar-benar perang melawan Iblis bukan berkawan dengan iblis dan punya akhlaq yang mulia.
Barakallah…semoga bermanfaat…!
