
Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH. Jurnalis Senior. Ketua Takmir Masjid Al Musthofa Udanawu Blitar.
DUNIA SEDANG menghadapi ketidakpastian ekonomi. Krisis pangan global semakin nyata. Di tengah tantangan ini, Jawa Timur tampil sebagai kekuatan nyata. Solusi besar dimulai dari langkah kecil di “kandang rakyat”.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin dengan ketulusan dan aksi nyata. Ia bukan hanya di balik meja kerja, tapi turun langsung ke lapangan. Berinteraksi dengan peternak kecil, memberikan perhatian dan semangat perubahan.
Kunjungan Khofifah ke sentra peternakan Bojonegoro memperlihatkan keseriusan pemerintah. Puluhan sapi Simental, Limosin, dan PO siap dikirim ke seluruh Nusantara. Di balik itu, ada perjuangan ribuan peternak yang mengandalkan hidup dari peternakan.
Ini bukan hanya acara seremonial. Ada vaksinasi PMK gratis, penguatan biosecurity, dan pengawasan ketat distribusi ternak. Jawa Timur pun menerapkan tata kelola modern. Fokusnya pada keamanan pangan dan kesejahteraan masyarakat kecil.
Permintaan hewan kurban dari Jabodetabek hingga Kalimantan meningkat tajam. Jawa Timur tidak hanya memenuhi kebutuhan, tapi menjadi pusat ekonomi peternakan nasional. Ini hasil kerja keras, visi transformasi, dan kolaborasi lintas sektor.
Produksi meningkat, tapi yang lebih penting adalah tumbuhnya optimisme sosial. Peternak kecil yang dulu terpinggirkan kini mendapatkan perhatian nyata. Dengan kepemimpinan Khofifah, mereka merasa dihargai dan didengar.
Pembangunan sejati adalah soal manusia. Jika Indonesia ingin mandiri pangan dan berjaya di dunia, mari dukung langkah inovatif Jawa Timur. Perubahan besar dimulai dari desa, kandang, ke pasar internasional.
Jangan lewatkan peluang emas ini. Mari kita jadi bagian dari perjalanan besar Jawa Timur. Sebagai lumbung ternak nasional dan garda terdepan ketahanan pangan bangsa. Demi Indonesia Emas 2045 yang kita impikan bersama.*Wallahu A’lamu Bisshawab*
